Unduh Aplikasi

Selain Calo CPNS, SU Juga Terima Jasa Mengurus Pemindahan Pegawai

Selain Calo CPNS, SU Juga Terima Jasa Mengurus Pemindahan Pegawai
Oknum PNS di lingkup Kantor Gubernur Aceh saat diamakan di Mapolresta Banda Aceh. Foto: Arman Konadi

BANDA ACEH - SU oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan pemerintah Aceh yang ditangkap polisi karena melakukan praktek penipuan sempat mengabdi selama 29 tahun sebagai PNS. Tak hanya mengaku mampu menjadikan korbannya sebagai PNS, pelaku juga mengaku mampu mengurus agar korbannya diterima sebagai tenaga kontrak bahkan mengurus pemindahan pegawai dari kabupaten/kota ke provinsi serta sebaliknya.

"Jadi memang, praktek penipuan yang dijalankan pelaku ini sudah sangat meresahkan kita sehingga setelah menerima laporan pelaku langsung menjalani pemeriksaan tim ispektorat sebelum akhirnya dipecat," kata sumber AJNN di Badan Kepegawaian Aceh (BKA) yang enggan namannya diwartakan, Jumat (20/10).

Menurutnya, dalam pemeriksaan, terungkap SU dengan Nomor Induk Pegawai, 196905211988062001 telah melakukan peraktik penipuan berupa pencaloan dengan modus dapat dijadikan sebagai pns, pegawai kontrak, kepada korbannya. Tak hanya itu SU juga menjalankan praktik penipuan dengan modus mampu mengurus pemindahan tugas dari suatu Kabupaten/Kota ke Provinsi dengan mengutip sejumlah uang kepada korbannya.

Baca: Tipu CPNS, Oknum Pegawai Kantor Gubernur Dipolisikan

"Tentu ini tidak dibenarkan sebagaimana bunyi pasal 4 atau 7 peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil. Tindakan SU merupakan berat terhadap disiplin pegawai yang tidak dibenarkan memberi atau menyanggupi kepada siapapun dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan tertentu," katanya.

Dia mengatakan, atas dasar tersebut, wanita dengan pangkat Penata Muda TK I dengan golongan III/b telah dijatuhi hukuman disiplin berupa pemberhentian dengan tidak hormat sebagai pegawai negeri sipil, sejak 7 Januari 2017 lalu. Surat yang ditandatangani Pelaksana Tugas gubernur Aceh Soedarmo itu, dinyatakan telah sah berlaku dan telah dikirim kepada SU.

"Sudah sah (berlaku) karena kita tidak menerima surat sanggahan yang dikirim kepada yang bersangkutan 13 September lalu," pungkasnnya.

Seperti diberitakan SU oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Gubernur Aceh ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Banda Aceh karena menipu 11 orang dengan iming-iming mampu dijadikan sebagai Pegawai Negeri. Untuk janji tersebut, SU mengutip uang dengan besaran Rp 10 hingga Rp 15 juta kepada korbannya.

Dari 11 orang korban yang berhasil diperdaya, SU meraup Rp 200 juta. Wanita berusia 53 tahun tersebut akhirnya ditangkap setelah korbannya yang merasa tertipu melapor ke kepolisi. SU kini mendekam di sel Mapolresta Banda Aceh dan dijerat dengan pidana penipuan dengan ancaman empat tahun penjara.

Komentar

Loading...