Unduh Aplikasi

Sekretaris DPMPTSP Aceh: Kita Komit Berantas Pungli di Sektor Perizinan

Sekretaris DPMPTSP Aceh: Kita Komit Berantas Pungli di Sektor Perizinan
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh berjanji akan terus mengawasi dan memberantas pungutan liar (Pungli) dalam tahapan proses perizinan.

Sekretaris DPMPTSP Aceh, Zulkarnaini menegaskan pihaknya selalu menghindari adanya praktek pungutan liar dari setiap proses serta tahapan perizinan.

"Kita tetap menghindari adanya praktek pungutan liar dalam setiap proses dan tahapan perizinan," kata Zulkarnaini kepada AJNN, Selasa (8/10).

Zulkarnaini menyampaikan, dalam rangka menghindari adanya pemungutan liar itu, pihaknya sudah memasang imbauan larangan pungli.

Selain itu, pihaknya juga selalu mengingatkan dan penekan terhadap pegawai, bahkan selalu disampaikan saat pelaksanaan apel pagi.

"Kita tidak boleh melakukan pungutan liar seperti itu, dan selalu ditekankan dan mengingatkan kepada pegawai mulai dari saat pelaksanaan apel pagi," ujarnya.

Namun, kata Zulkarnaini, pungutan liar itu sebenarnya bisa dihindari, karena dengan hadirnya OSS, semua proses dan tahapan perizinan sudah bisa dilakukan via online. Sehingga kesempatan pungli sangat bisa dihindari karena memang tidak bertatap muka lagi antara petugas dengan pembisnis.

"Tidak punya kesempatan lagi pungutan liar semacam itu. Karena pelaku bisnis engak ada tatap wajah lagi, kita sangat menghindari itu," sebutnya.

Zulkarnaini menuturkan, pihaknya selaku pimpinan selalu melakukan pengawasan terhadap kerja-kerja para pegawai dalam proses perizinan itu. Hal ini melekat hingga level kepala bidang yang terus memonitor bawahannya agar tidak melakukan pelayanan diluar ketentuan dan perundang-undangan berlaku.

"Kita hindari itu, saya selaku kepala sekretariat tetap selalu mengawasi hal-hal seperti itu," ungkapnya.

Tetapi, lanjut Zulkarnaini, dirinya menegaskan, jika nantinya juga masih didapatkan adanya yang melakukan pungli dan melanggar ketentuan, maka langsung diberikan panismen atau teguran keras, bahkan bisa dimutasi jika sudah terlalu jauh. Sesuai sanksi ASN dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Teguran secara lisan, tulisan, dan peringatan sampai tiga kali hingga, atau bahkan sampai dengan pemecatan jika terlalu jauh," tegas Zulkarnaini.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...