Unduh Aplikasi

Sekolah masih lakukan kutipan liar

Sekolah masih lakukan kutipan liar
Kobar gb
BANDA ACEH - Pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sudah mengalokasikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak tahun 2005, ironisnya pihak sekolah tetap melakukan kutipan liar kepada para siswa dengan berbagai alasasan.

"Ironisnya laporan yang kami terima dari keluarga siswa, ada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SPM) menjual formulir dan para siswa diwajidkan membayar biaya tes. padahal SD dan SMP tidak dibenarkan adanya tes. Semua sekolah di Aceh melakukan pengutipan liar," kata Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB), Sayuti Aulia.

Tambah Sayuti, para siswa diharuskan oleh sekolah membeli seragam di sekolah dengan dalih sekolah sudah mempersiapkannya, sekolah juga lakukan pengutipan dengan alasan uang komite, biaya pustaka, kartu, pramuka dan kas siswa.

Sayuti menjelaskan Pemerintah Pusat melalui dana BOS agar sekolah tak lagi membebankan biaya pendidikan kepada siswa. Secara umum, kata Sayuti, program BOS bertujuan untuk meringankan beban keluar siswa terhadap pembiayaan pendidikan guna menyukseskan wajib belajar 9 tahun,

"Pemerintah meringankan tapi sekolah malah memeras siswa, dan itu murni sudah menjadi bisnis pihak sekolah," kata Sayuti.

Hal itu disebabkan, aturan pemerintah yang tumpang tindih sehingga melanggengkan pengutipan liar itu.

"Satu sisi pemerintah membebaskan biaya pendidikan di sisi lain pemerintah juga membenarkan kontribusi orang tua terhadap biaya pendidikan. Ruang inilah yang di mamfaatkan oleh pihak sekolah," ujarnya.

IRY

Komentar

Loading...