Unduh Aplikasi

Sekda Tak Hadiri LPJ APBK, Ketua Fraksi Parnas Bersatu Keluar dari Ruang Sidang DPRK Sabang

Sekda Tak Hadiri LPJ APBK, Ketua Fraksi Parnas Bersatu Keluar dari Ruang Sidang DPRK Sabang
Ilustrasi. Foto: Net

SABANG - Rapat Badan Anggaran (Banggar) Rancangan Qanun pertanggungjawaban Anggaran Pendapat dan Belanja Kota (APBK) 2019 Sabang pada, Kamis 6 Agustus 2020 lalu diwarnai aksi keluar ruangan (Walk Out) dari Ketua Fraksi Partai Nasional (Fraksi Parnas) Bersatu, Darmawan.

Aksi walk out Darmawan dipicu karena tidak hadirnya Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Zakaria yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sabang di rapat tersebut.

Padahal kehadiran Zakaria sangat penting mengingat dia juga merupakan Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sabang. Usai kepala BPKD sebelumnya, Amiruddin pensiun.

Ketua Fraksi Parnas Bersatu, Darmawan kepada AJNN, Sabtu (8/8) menjelaskan bahwa kronologis kejadian tersebut diawali pada Rabu, 5 Agustus 2020 saat pembukaan sidang pertama dimulai.

Pada waktu itu Zakaria selaku Sekda merangkap Ketua TPAD dan beberapa anggota TAPD serta kepala dinas tidak hadir. Ketidak hadiran mereka menurut informasi, karena ada undangan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk pembahasan masalah Covid-19, di Banda Aceh.

Pada rapat pertama tersebut pihak Pemkot Sabang hanya diwakili Asisten II Kamarudin, saat itu Kamarudin menyampaikan kalau Sekda dan rombongan akan mengikuti rapat pada hari Kamis pukul 14.30 WIB.

Namun sampai dengan waktu yang dijanjikan sekda tidak juga muncul, hanya anggota TPAD dan Kadis saja yang hadir saat rapat. Padahal menurut informasi, Sekda berada di Kota Sabang, namun tidak menghadiri rapat tersebut.

"Saya mengusulkan agar rapat diskors, dan dilanjut besok saja untuk SKPD, sekretariat kota dan BPKD karena pak Zakaria adalah penguna anggaran, namun usulan saya tidak diakomodir oleh pimpinan rapat yang juga ketua DPRK Sabang, Muhammad Nasir (Partai Aceh)," ungkap Darmawan kepada AJNN.

Darmawan kecewa dengan sikap dari pimpinan rapat saat itu, padahal menurutnya waktu yang diberikan oleh Badan Musyawarah (Bamus) kepada Banggar untuk melakukan pembahasan sampai dengan tanggal 12 Agustus 2020 mendatang, sehingga masih ada waktu untuk itu. Darmawan juga mengatakan kehadiran Zakaria sebagai Ketua TPAD sangat penting, apalagi Zakaria juga Plt Kepala BPKD Sabang, yang secara otomatis menjabat sebagai sekretaris TPAD.

"Setelah walk out, saya menerima informasi pembahasan dianggap sudah selesai dilakukan, walau hanya 2 hari saja," ujar Darmawan yang juga politisi Partai Bulan Bintang tersebut.

Sikap Darmawan untuk memilih walk out karena karena menurutnya, Sekda harus menjelaskan semua hal terkait pertanggungjawaban APBK 2019. Darmawan menilai, walaupun Pemkot Sabang Sudah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) wilayah Aceh.

Namun catatan LHP BPK RI wilayah Aceh menyebutkan banyak temuan, seperti kekurangan volume pekerjaan fisik sejumlah proyek. Kekurangan ini mengakibatkan kelebihan pembayaran. Selain itu pengelolaan dana hibah sampai penyaluran dana desa yang tidak tertib.

Sebagai informasi, anggota fraksi Parnas yang dipimpin oleh Darmawan berjumlah tujuh orang. Sedangkan jumlah keseluruhan anggota DPRK Kota Sabang adalah 20 orang anggota DPRK.

Sampai saat ini AJNN belum berhasil terhubung dengan pimpinan Banggar maupun ketua TPAD kota Sabang untuk mengkonfirmasi ketidakhadiran Ketua TPAD dalam rapat pembahasan pertanggungjawaban APBK 2019 tersebut.

Komentar

Loading...