Unduh Aplikasi

Sekda Simeulue: Putuskan kontrak proyek drainase depan kantor bupati

Sekda Simeulue: Putuskan kontrak proyek drainase depan kantor bupati
Drainase
SIMEULUE- Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue Drs Naskah Bin Kamar meminta Dinas PU setempat memutuskan kontrak kerja pelaksanaan proyek yang menyalahi peraturan. Tidak terkecuali proyek drainase di depan kantor bupati setempat.

"Putuskan kontrak proyek drainase depan kantor bupati. Jika pelaksanaan proyek telah menyalahi aturan yang diatur, Dinas PU tidak perlu menyurati Bupati karena pemutusan kontrak proyek telah tertuang dalam peraturan yang ada," tegas Naskah kepada media ini, Selasa (3/3).

Proyek Drainase senilai Rp 1.2 m bersumber dari APBK 2014 ini sejak November tahun lalu telah mati kontrak. Namun, proyek tersebut telah tiga kali terjadi penambahan waktu, tetapi pekerjaan pembangunan saluran sepanjang 170 m itu tak kunjung rampung.
Meski waktu yang diberikan kepada PT Tumbuh Sejahtera telah habis hingga 19 Februari lalu, tapi perusahaan tersebut masih beraktivitas melanjutkan pekerjaan. Anehnya, Dinas PU setempat terkesan menutup mata dengan tindak tanduk perusahaan itu.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Rahadian membenarkan proyek drainase depan kantor bupati tidak selesai dengan penambahan yang diberikan. Pihaknya mengaku telah menyurati Bupati, Inspektorat dan pihak bank untuk pengusulan pemutusan kontrak serta mengkalim jaminan asuransi proyek tersebut.

"Kita telah melayangkan surat usulan pemutusan dan klaim jaminan asuransi 26 Februari lalu. Hasilnya kita tunggu saja," ujar Rahadian.

Dikatakan Rahadian, proyek drainase itu dari semula telah menuai masalah. Pekerjaan yang semestinya selesai November 2014, tapi bukti di lapangan hanya terealisasi 30 persen. Saat dilakukan penambahan waktu hingga 25 Desember, perusahaan yang dominan menggunakan tenaga kerja perempuan itu hanya bisa mencapai 40 persen kemajuan fisiknya.

Namun, pekerjaan itu tak kunjung rampung juga setelah diberikan penambahan waktu 50 hari sesuai Perpres 70 tahun 2012 pasal 93 ayat 1.

"Waktu 50 hari yang diberikan hingga batas waktu 19 Februari ini pun tidak selesai. Hasil opname terakhir pekerjaan itu hanya mencapai 80 persen. Karena dari pekerjaan sepanjang 170 meter hanya 30 meter yang belum selesai," jelas Rahadian.

SEPTIAN

Komentar

Loading...