Unduh Aplikasi

Sejumlah Tenaga Medis di Aceh Diusir Saat Hendak Pulang ke Kos

Sejumlah Tenaga Medis di Aceh Diusir Saat Hendak Pulang ke Kos
Ilustrasi. Foto: AJNN/Sarina

BANDA ACEH - Sejumlah tenaga medis di Aceh yang merawat pasien virus corona di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dikabarkan mendapat perlakuan tidak menyenangkan, mereka ditolak pemilik kos dan warga saat kembali ke kediamannya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUDZA, Endang Mutiawati membenarkan adanya tenaga medis yang ditolak warga saat kembali ke rumahnya setelah menjalani isolasi dan negatif dari virus corona.

Namun, Endang tidak mengetahui secara detail di mana saja para tenaga medis tersebut tinggal atau menyewa rumah. Serta berapa total jumlah mereka keseluruhan.

"Ada (paramedis ditolak warga), Tapi berapa, di mana tinggalnya mereka tidak diketahui semua," kata Endang Mutiawati saat dikonfirmasi AJNN, Selasa (7/4).

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif juga membenarkan adanya paramedis yang diusir, kabar itu diperoleh dari pihak RSUDZA Banda Aceh. Namun, Hanif juga tidak mengetahui jumlah para medis yang ditolak warga tersebut.

"Info Direktur RSUDZA benar, sekarang mereka (para tenaga medis) di asrama BPSDM. Coba cek ke RSUDZA," ujar Hanif saat dikonfirmasi wartawan, Selasa, (7/4).

Hanif menyayangkan adanya penolakan terhadap tenaga medis yang sudah bekerja membantu masyarakat dari virus corona. Apalagi, tenaga medis yang sudah diizinkan pulang itu dipastikan negatif corona.

"Petugas medis bekerja untuk melayani masyarakat, kita imbau masyarakat untuk jangan gegabah. Mereka yang kita izinkan pulang saya jamin negatif corona," tutur Hanif.

Semestinya, lanjut Hanif, semua pihak berterima kasih kepada petugas medis karena sudah mau menanggung risiko dalam merawat pasien.

"Petugas medis kita izinkan pulang tidak menularkan Covid-19 kepada masyarakat. Mereka pahlawan kita bukan musuh kita," ungkap Hanif.

Selain itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Safrizal Rahma juga menuturkan bahwa, sampai hari ini belum ada tenaga medis di Aceh terpapar virus corona sesuai dengan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.

"Sejauh ini hasil rapid test belum ada paramedis yang positif, hasilnya negatif," tegas Safrizal.

Paramedis yang sudah diizinkan pulang, tambah Safrizal, diyakini tidak mengalami gejala, serta dipastikan sehat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.

Safrizal juga mengatakan, saat ini pemerintah telah menyiapkan tempat penginapan bagi paramedis yang mengalami masalah seperti itu, tempat tinggal serta fasilitas beristirahat dengan tenang.

Komentar

Loading...