Unduh Aplikasi

Sejumlah Alumni ITB Kunjungi Pendiri KAMI Yang Ditahan Polisi

Sejumlah Alumni ITB Kunjungi Pendiri KAMI Yang Ditahan Polisi
Foto: IST

JAKARTA - Sejumlah alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dari angkatan 2000-an berusaha mengunjungi dua pendiri Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat yang ditahan di kantor Bareskrim pada Jumat (6/11/2020). 

Salah satu alumni ITB, Deddi Wijaya, kepada wartawan mengatakan bahwa kunjungan mereka tersebut bertujuan untuk menunjukkan solidaritas kemanusiaan dan kesetiakawanan sesama alumni yang selalu berjuang menegakkan demokrasi di Indonesia. 

"Kami berusaha mengunjungi dua senior aktivis ITB, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat berdasarkan rasa kesetiakawanan dan kemanusiaan," ujar Deddi.

Deddi yang saat di ITB pernah aktif terlibat dalam Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan (PSIK) menyebutkan bahwa walaupun Syahganda dan Jumhur di PSIK menempuh jalan perjuangan berbeda dengan para yuniornya, namun penahanan dua aktivis era 1980-an ini menyebabkan generasi aktivis 2000-an merasa perlu memberikan dukungan moril. 

"Cara kami berjuang di masa kami berbeda dengan cara senior berjuang di masa lalu, walaupun begitu kami merasa berkewajiban memberikan dukungan moril untuk mereka dan keluarganya," kata Deddi

Walaupun sudah berusaha berkunjung dan ingin bertemu Syahganda dan Jumhur, tapi pihak kepolisian tidak memberikan izin membesuk. Hal ini karena beredar kabar seorang tahanan terjangkit covid-19, untuk biru pihak Bareskrim sedang melakukan sterilisasi.

"Kami tidak bisa berkunjung karena sedang ada sterilisasi, tetapi kami akan mengunjungi pada kesempatan berikutnya guna memberikan dukungan moral bagi kedua senior kami," pungkas Deddi. 

Sebagaimana diketahui publik, Syahganda dan Jumhur ditahan oleh Bareskrim Polri sejak 13 Oktober 2020 dengan tuduhan pelanggaran UU ITE, mereka ditahan bersama tujuh petinggi KAMI lainnya. 

Tapi kabar terbaru menyebutkan bahwa Kejaksaan Agung mengembalikan berkas perkara 9 tersangka tersebut karena mereka menilai berkas tersebut belum memenuhi syarat materiil dan formil. 

"Berkas 9 tersangka, yang ada anggota KAMI, dikembalikan oleh Jaksa peneliti kepada penyidik Bareskrim, kemarin Rabu karena belum memenuhi syarat formil dan materill, " kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, Kamis (5/11/2020) lalu.

Komentar

Loading...