Unduh Aplikasi

POLEMIK GAMBAR CUT MUTIA TANPA HIJAB

Sejarawan Aceh: Jangan Ditanggapi Berlebihan

Sejarawan Aceh: Jangan Ditanggapi Berlebihan
Gambar uang pecahan baru Rp 1.000 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Foto: Asrul

BANDA ACEH - Sejarawan Aceh Rusdi Sufi mememinta masyarakat Aceh tidak memperpanjang polemik uang pecahan baru bergambar pahlawan wanita Aceh Cut Mutia yang dikeluarkan Bank Indoesia bersama 10 mata uang rupiah yang tujuh diantaranya pecahan kertas, dan empat pecahan rupiah logam. Pasalnya, tidak ada dasar yang dapat dijadikan alasan hingga menilai pecahan bergambar Cut Mutia tanpa penutup kepala sebagai tindakan merendahkan martabat perempuan dan penerapan syariat islam di Aceh.

"Tidak usah dimaknai berlebihan, male mantong (malu saja) dan bukan pelecehan," kata Sejarawan Aceh, Rusdi Sufi kepada AJNN, Rabu (21/12).

Menurut Rusdi meski telah mengamalkan ajaran Islam sejak dulu, namun penggunaan jilbab oleh wanita Aceh mulai banyak digunakan sejak penerapan Syariat Islam di Aceh pasca konflik. Apalagi lanjut Rusdi trend penggunaan jilbab baru keluar ditahun sembilan puluhan.

"Jilbab itukan baru saja digunakan, kalau dulu belum ada. Yang ada ija sawak atau selendang yang digunakan sebagai penutup kepala. Dulu anggota DPRA ibu Ainal Mardiah juga tidak menggunakan jilbab tapi hanya selendang penutup kepala," kata Rusdi.

Baca: Di Pecahan Rp 1.000 Cut Mutia Tanpa Hijab, Anggota DPRA: Ini Pelecehan bagi Aceh

Hal yang sama kata Rusdi juga dilakukan perempuan Aceh tempo dulu dalam kehidupan sehari-hari, dimana selendang menjadi salah satu perlengkapan yang digunakan saat beraktifitas baik di rumah maupun bertamu dan menghadiri acara-acara resmi.

"Cut Nyak Dhien, Pocut Meurah Intan dari bukti-bukti sejarah yang kita lihat juga begitu. Jadi dulu tidak ada jilbab tapi hanya ija sawak (selendang). Inikan sesuai dengan kondisi zaman," kata Rusdi.

Seperti diketahui Bank Indonesia mengeluarkan satu uang rupiah tahun Emisi (TE) 2016 terdiri dari tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam yang berbeda dari sebelumnya. Desain uang rupiah yang baru tersebut semuannya bergambar wajah pahlawan kecuali pecahan Rp 100 ribu yang tetap tercantum foto Bapak Proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta.

Selain foto Cut Mutia pada pecahan Rp 1000, uang yang dikeluarkan BI juga bergambar pahlawan dari sejumlah daerah di tanah air, diantarannya pecahan Rp 50 ribu bergambar pahlawan Djuanda Kartawidjaja, Gubernur pertama Sulawesi, Sam Ratulangi pada pecahan Rp 20 ribu, Frans Kaisiepo pecahan Rp 10 ribu dan Guru Besar Nahdlatul Ulama Idham Chalid di pecahan Rp 5 ribu. Selanjutnya Mohammad Hoesni Thamrin muncul pada pecahan Rp 2.000 kertas, dan I Gusti Ketut Pudja pada pecahan Rp 1.000 logam, sementara Letjen TNI TB Simatupang terpampang pada pecahan Rp 500 logam , dan Tjiptomangunkusumo pada pecahan Rp 200 logam, serta Herman Johannes pada pecahan Rp 100 logam.

Komentar

Loading...