Unduh Aplikasi

Sejak 2012, Tiga Gereja di Singkil Terbakar

ACEH SINGKIL - Protes terhadap gereja yang beroperasi tanpa izin sebenarnya sudah lama muncul di Aceh Singkil. Namun pemerintah dan pihak terkait terkesan tak serius menyikapinya. Hal itu setidaknya terungkap dari pengakuan mahasiswa dalam aksi simpatik yang digelar di Banda Aceh, Selasa (13/10) siang tadi.

Koordinator aksi, Zairin mengatakan konflik antar warga yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil terjadi akibat pembiaran yang dilakukan pemerintah kabupaten itu.

Kini, saat jumlah gereja yang berdiri tanpa surat izin terus bertambah, muncul kategangan di kalangan masyarakat. Puncaknya, hari ini, Selasa (13/10), warga melakukan pembongkaran paksa.

Aksi yang berakhir pembakaran itu menyebabkan bentrok dan menewaskan seorang warga serta melukai empat lainnya.

Berdasarkan sumber AJNN di lapangan, sejak tahun 2012 sedikitnya telah terjadi tiga kali kebakaran terhadap gereja di Aceh Singkil.

Kasus pertama terjadi tahun 2012, ketika sebuah gereja terbakar dan tidak diketahui penyebabnya. Selanjutnya, kejadian kedua terjadi pada 18 Agustus 2015, sekitar pukul 1.30 dini hari. Sebuah gereja saat itu juga terbakar, namun diduga akibat arus listrik.

Kasus terakhir yaitu yang terjadi hari ini, di mana permbongkaran paksa dilakukan terhadap sebuah gereja yang berakhir pembakaran.

| AJNN

Komentar

Loading...