Unduh Aplikasi

Sedekah, Zakat dan Pajak

Sedekah, Zakat dan Pajak
ilustrasi.

EDI FADHIL membuktikan bahwa sebenarnya, tak perlu birokrasi yang bertele-tele untuk membangun. Cukup dengan niat baik, kemauan dan kejujuran, maka apapun yang direncanakan mungkin bisa tercapai.

Edi adalah warga Aceh yang cakap menggunakan media sosial. Dia “menyentuh” rasa lewat jaringan internet yang bagi sebagian orang hanya sekadar alat untuk mencaci maki pemerintah atau menebarkan kebencian dan mengampanyekan permusuhan. Menjadikan facebook sebagai sarana untuk bersedekah.

Di saat yang sama, Edi sebenarnya tengah mengajarkan pemerintah untuk bekerja lebih ringkas dan peduli. Membangun gedung sekolah agar anak-anak ibtidayah dapat belajar dengan layak sebenarnya hanya perlu kepedulian.

Melihat dan merasakan langsung kesusahan orang lain dan menyampaikan ide serta mengulurkan tangan untuk membantu mereka keluar dari kesusahan. Mengubah “kandang ayam” menjadi ruang yang cukup nyaman untuk menimba ilmu dari guru dan buku.

Tak ada proyek atau tender yang dilaksanakan dari uang pajak negara. Dengan demikian, Edi tak perlu menyervis panitia lelang atau orang yang memberikan kerjaan. Dia juga tak perlu mengeluarkan fee proyek agar di tahun anggaran berikutnya, tetap dibantu untuk mendapatkan pekerjaan.

Kalaupun ada preman kampung yang meminta uang setoran agar pembangunan madrasah swasta itu berjalan lancar, jelas mereka akan “berhadapan” dengan masyarakat yang merasa terbantu. Karena sudah cukup pengajaran di sekolah itu dilaksanakan dalam suasana yang seadanya.

Di tengah gelimang uang, Pemerintah Aceh harusnya dapat meningkatkan kualitas ruang pendidikan dan rumah layak bagi rakyatnya. Karena ini adalah moda penting untuk menjadikan generasi yang sehat, cerdas dan bertakwa. Jangan lupakan pula Aceh memiliki potensi zakat yang cukup besar.

Jika hingga kini di Aceh masih banyak orang miskin atau anak bersekolah dalam kondisi yang tak nyaman, mungkin pemerintah perlu melihat ke dalam, lebih dalam, untuk mengetahui apakah benar mereka bekerja untuk rakyat atau sekadar menjalankan perintah dan mengutip “pajak”.

Komentar

Loading...