Unduh Aplikasi

Sebulan dilantik, DPRK Abdya dinilai belum bekerja

ACEH BARAT DAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) mendapat kritikan keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Abdya. Hal itu disampaikan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Abdya Idris, yang ditemui AJNN di Kota Blangpidie, Senin (13/10).

Idris mengajak seluruh anggota DPRK Abdya yang baru sebulan dilantik untuk serius menyelesaikan tugas pembentukan tata tertib (Tatib), pimpinan dewan hingga pengisian komisi-komisi. Sebab, di depan mata sudah ada tugas yang harus diselesaikan yakni pengesahan RAPBK 2015

"Kalau persoalan internal dewan belum selesai, wakil rakyat tidak bisa melaksanakan tugas lainnya seperti pembahasan anggaran," ungkap Idris.

Idris mengatakan sejak dilantiknya anggota dewan tersebut pada 9 September lalu hingga sekarang  belum ada satupun yang selesai dibahas seperti tahapan pembentukan tatip dan  penetapan fraksi.

“Ini artinya kinerja mereka sangat lambat, dari berbagai tahapan yang ditargetkan cuma fraksi yang baru siap dibentuk, itupun belum disahkan, masih dalam pengusulan,”paparnya.

Menurut Idris, kinerja anggota DPRK Abdya harus terus dikritisi untuk memberikan masukan dan mengingatkan. Karena lanjutnya, Selama ini kinerja dewan dinilai tergantung adanya anggaran untuk Hari Orang Kerja (HOK) dewan. Ketika tidak ada HOK, dewan tidak mau bekerja.

Seharusnya kata Idris, dalam rentang waktu selama satu bulan lebih ini usai dilantik sudah selesai pembahasan tatib dan sebagainya, termasuk mengoptimalkan komisi-komisi yang sudah ada.

“Yang harus dikedepankan bagaimana anggota dewan harus meningkatkan kinerja supaya cibiran-cibiran masyarakat berkurang,” pintanya.

Kemudian, Ketua DPD KNPI Abdya itu berharap, 25 dewan yang baru dilantik itu diantarnya 23 orang adalah muka baru harus memiliki semangat baru dalam menjalankan tugasnya selama lima tahun kedepan, sehingga apa yang diangendakan bisa berjalan tepat waktu.

"Kita inginkan dewan sekarang lebih baik dari sebelumnya," harap Idris.

RAHMAT RT

Komentar

Loading...