Unduh Aplikasi

Sebelum Ditembak, Tentra Raman Diduga Sempat Ancam Kades dan Kontraktor

Sebelum Ditembak, Tentra Raman Diduga Sempat Ancam Kades dan Kontraktor
Polisi memperlihatkan barang bukti senjata milik pelaku di Mapolres Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE – Sebelum tewas dalam kontak tembak dengan aparat kepolisian di Gampong Punteut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. AB (30) diduga sempat mengancam sejumlah pihak di kawasan tersebut.

“Pelaku, juga sempat mengancam kepala desa, perangkat gampong, kontraktor, guru dan juga kepala sekolah,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang.

Dikatakan Indra, terkait kepemilikan senjata api pada anggota kelompok pasukan peudeung tersebut masih didalami dan terus dikembangkan. Dan diperkirakan masih ada sejumlah anggota KKB yangterus diburu petugas.

Baca: Kontak Tembak di Aceh Utara, Satu Orang Tewas

“Akan terus kami buru, dan kami harapkan kepada pasukan KKB agar segera menyerahkan diri,” ujar Indra.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, jika ada yang mengetahui keberadaan dan kepemilikan senjata api, serta bahan peledak lainnya, agar segera melaporkan ke pihak terkait.

“Jika ada informasi itu, maka petugas akan bertindak untuk mengamankan, sehingga tidak menimbulkan keresahan pada diri masyarakat,” tuturnya.

Indra menambahkan, aksi AB melanggar Pasal 187 ke 1e KUHP yakni barang siapa dengan sengaja membakar, menjadikan letusan, atau mengakibatkan kebanjiran dihukum. 1e penjara maksimal 12 tahun, jika perbuatan itu mendatangkan bahaya bagi barang.

Sementara pasal kedua yang dilanggar yakni, Pasal 1 ayat 1 UU RI nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak. Dari pelanggaran tersebut terancam hukuman 20 tahun penjara, seumur hidup dan pidana mati.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...