Unduh Aplikasi

Sebelum Ambruk, Warga Sering Swadaya Perbaiki Jembatan Ulee Raket

Sebelum Ambruk, Warga Sering Swadaya Perbaiki Jembatan Ulee Raket
Jembatan Ulee Raket ambruk

ACEH BARAT - Sebelum ambruknya jembatan rangka baja Ulee Raket yang berada di Desa Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat, warga Desa setempat sudah sering berswadaya dengan menimbun abutmen yang longsor.

Kepala Desa Sawang Teubee, Zulbaidi mengatakan karena respon pemerintah Kabupaten setempat lamban dalam perbaikan jembatan tersebut membuat warga setempat memperbaiki jembatan itu dengan cara swadaya.

Baca: Pemerintah Abai, Jembatan Ulee Raket Akhirnya Ambruk

Menurutnya,longsoran pada abutmen dari arah Kecamatan Pantee Ceureumen ke Kecamatan Kaway XVI itu terjadi akibat gerusan air sungai Krueng Meureubo yang meluap ketika curah hujan tinggi.

“Kami sudah sering meminta pemerintah kabupaten untuk memperbaiki namun tidak pernah digubris. Akhirnya warga berinisiatif menimbun sendiri dengan cara swadaya, saya juga pernah menyumbang pasir batu untuk menimbun longsoran,” kata Zulbaidi, kepada wartawan, Senin, (12/11).

Zulbaidi mengaku dirinya memang sudah meprediksikan jembatan penghubung jalur lintas utama Kecamatan Pantee Ceureumen Kaway XVI dan Meulaboh ibu kota Kabupaten Aceh Barat tersebut akan ambruk pada tahun ini lantaran kerusakan abutmen yang sudah begitu parah.

Sementara itu Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Meulaboh, Heri Afriansyah mendesak pemerintah Kabupaten setempat segera mengambil sikap atas ambruknya jebatan itu sebelum seluruh badan jembatan ambruk ke sungai yang akan berakibat fatal bargi warga sekitar.

“Jika ambruk total dan badan jembatan jatuh ke sungai maka akan menyubat aliran sungai, dan terjadi penyempitan. Akibatnya membentuk aliran baru sehingga tebing sungai terus longsor,” kata Heri.

Jika hal tersebut terjadi, kata dia, maka beberapa desa yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) itu akan tergenang air saat luapan air sungai terjadi ketika intensitas hujan tinggi.

Atas kondisi itu, ia meminta pemerintah segera memperbaiki jembatan itu dengan megusulkan lewat anggaran otonomi khusus (otsus), tanpa harus menunggu dari Provinsi.

“Pemerintah Aceh Barat harus alokasikan lewat otsus jangan tunggu Provinsi, karena provinsi tidak ada anggarannya. Apalagi itu jalan lintas Kabupaten,” ungkapnya.

Sebagai informasi Jembatan tersebut merupakan lintas utama warga 27 Desa Kecamatan Pante Ceuremen yang hendak ke Kaway XVI dan Meulaboh dengan waktu yang lebih singkat dari pada menggunakan jalur lintas alternative lainnya.

Dari pantauan AJNN, abutmen jembatan tersebut terjadi pergeseran dari dasar berdirinya jembatan tersebut hingga tiga meter, sedangkan sekitar 50 meter dari 200 meter panjangnya jembatan tersebut kini telah miring dan terancam putus.

Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...