Unduh Aplikasi

Sebelum Aceh Berubah Merah

Sebelum Aceh Berubah Merah
Ilustrasi: Selar

RENCANA Pemerintah Aceh memperketat kembali akses masuk ke Aceh di kawasan perbatasan Aceh-Sumatera Utara adalah hal wajar. Ini adalah reaksi normal dari terjadinya lonjakan angka kasus positif covid-19 di Aceh dalam beberapa hari terakhir.

Ini juga menjadi pemikiran yang wajar mengingat Aceh berbatasan langsung dengan Sumatera Utara. Medan, ibu kota Sumatera Utara, adalah zona merah. Peta sebaran virus corona menunjukkan 21 kecamatan di Medan warna merah.

Jumlah pasien positif corona di Medan mencapai 340 orang lebih. Dari jumlah itu, 200 pasien masih dirawat di rumah sakit (RS), 113 orang dinyatakan sembuh, dan 27 orang meninggal dunia.

Kasus terakhir di Aceh Utara dan Lhokseumawe juga menunjukkan jejak perjalan pasien dari Medan. Tanpa pengetatan, bukan tak mungkin Aceh akan mengalami lonjakan kasus lebih tinggi dari sebelumnya.

Di dalam, pemerintah juga harus menjelaskan sejauh mana sebaran tes polymerase chain reaction (PCR) terhadap orang-orang dalam pengawasan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) di Aceh.

Pemerintah juga harus memiliki peta asli sebaran covid-19 di semua daerah. Peta ini dibuat oleh para surveillance dan bukan dibuat hanya berdasar jumlah kasus. Peta ini harus dibuat berdasarkan paparannya.

Proses karantina atau isolasi terhadap mereka yang baru datang dari luar daerah hendaknya bisa diaktifkan kembali. Munculnya kasus-kasus baru di Aceh menunjukkan bahwa pandemi ini belum akan mereda, status Aceh sebagai daerah hijau jangan melenakan.

Bahkan diperkirakan, akan terjadi ledakan jumlah penderita jika Aceh melakukan pencegahan dan penanganan. Tentu saja ini harus dibuat dengan pendekatan kesehatan, bukan sekadar pendekatan ekonomi apalagi politis.

Komentar

Loading...