Unduh Aplikasi

Sebaran Penggunaan Dana Penanganan Covid-19 di Aceh Jaya

Sebaran Penggunaan Dana Penanganan Covid-19 di Aceh Jaya
Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB. Foto: AJNN/Suar

ACEH JAYA - Penggunaan dana penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh Jaya khusus dari sumber anggaran keuangan Provinsi Aceh capai Rp 15 miliar.

Dana sebesar itu tersebar di sejumlah SKPK yang menangani langsung penderita Covid-19 maupun dampak terhadap masyarakat dari wabah pendemi tersebut.

Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB menjelaskan jika besaran pagu senilai Rp 15 miliar bantuan keuangan khusus yang diberikan oleh Gubernur Aceh dalam rangka penangan dampak Covid-19 tersebut dihendel oleh beberapa dinas yang membidanginya, baik dari sektor kesehatan maupun hingga sektor ketahanan pangan.

"Sebagaimana dengan permintaan para pengunjuk rasa saat melakukan aksi demo yang dilakukan oleh Gerakan Aceh Jaya Serukan Keadilan (GASKAN), terkait penolakan UU Cipta Kerja pada Kamis 15 Oktober 2020 lalu yang salah satu permintaannya juga meminta transparansi penggunaan dana penanganan Covid-19 di Aceh Jaya," kata Irfan TB kepada AJNN, Rabu (21/10).

Oleh sebab itu, pihaknya turut mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut yang berlangsung dengan tertib, aman dan santun.

Sementara itu, untuk penggunaan dana penanganan Covid-19 di Aceh Jaya yang dihendel oleh beberapa SKPK dengan nilai sebesar Rp 15 miliar diantaranya, RSUD Teuku Umar sebesar Rp 3,11 miliar, Dinas Kesehatan sebesar Rp 2,85 miliar. 

Kemudian, Dinas Pangan sebesar Rp 920 juta, Dinas Kelautan Perikanan sebesar Rp 514 juta, Dinas Pertanian Aceh Jaya sebesar Rp 7.640 miliar dan yang terakhir Dinas Industri Perdagangan sebesar Rp 830 juta.

Namun demikian, dirinya menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp 15 miliar bantuan dana dari provinsi Aceh tersebut belum digunakan, karena harus dimasukan ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P) yang memang sudah dievaluasi oleh provinsi.

"Anggaran Bantuan Provinsi senilai Rp 15 miliar tersebut, untuk realisasinya saat ini masih 0 persen. Karena anggaran itu akan kita gunakan di APBK-P nantinya," jelas Irfan.

Selain itu, semua dana yang sebelumnya telah digunakan untuk penangganan Covid-19 di Aceh Jaya juga sudah dimintai rekapan penggunaan anggarannya dari dinas terkait.

"Kita juga sudah meminta kepada dinas terkait untuk membuat laporannya. Walaupun ini masih dalam tahun anggaran berjalan, jadi belum ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," tambahnya.

Oleh sebab itu, jika nantinya sudah diaudit, pihaknya juga akan mempublikasikan lagi, seperti yang sudah pernah dilakukan pada APBK murni, baik itu melalui media massa maupun di baliho. 

"Semua akan kita publikasi, karena memang tidak ada yang ditutupi terkait dana tersebut," pungkas Irfan TB.

Komentar

Loading...