Unduh Aplikasi

Sebagian Warga Aceh Barat Belum Berpuasa

Sebagian Warga Aceh Barat Belum Berpuasa
Foto: Kompas

ACEH BARAT - Sebagian warga Kabupaten Aceh Barat, Senin (6/5), belum menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1440 Hijriyah.

Misalnya warga di Kecamatan Kaway XVI, atau tepatnya di sekitar dayah Serambi Aceh. Alasan tidak berpuasa karena pada Minggu (5/5), kemarim hilal atau anak bulan belum terlihat.

Pimpinan Dayah Serambi Aceh, Abu Mahmuddin, mengatakan mereka belum berpuasa bukan berarti tidak patuh dengan keputusan Menteri Agama, namun lebih melengkapi bulan sya'ban karena belum terlihat bulan.

"Sebagian warga Aceh Barat bukan tidak patuh dengan keputusan Menteri Agama atau menentang pemerintah, namun karena bulan belum terlihat jadi melengkapi bulan sya'ban tiga puluh hari dan ini merupakan dasar dari perintah nabi," kata Abu Mahmuddin.

Menurutnya, para muslim Aceh Barat yang tidak berpuasa pada hari ini berpegang pada ru'yah terbatas bukan ru'yah umum. Menurutnya ru'yah terbatas adalah terlihatnya anak bulan dengan jarak delapan derajat dari jarak bumi.

Dalam hukum fiq sendiri, kata dia, biasanya disebut dengan istilah ijtihat matalik. Karena itu, warga sekitar termasuk Dayah Serambi Aceh tidak berpuasa pada hari ini karena mengikuti ru'yah terbatas bukan ru'yah berdasarkan ijtihat negara atau satu negara.

"Jadi ijtihat matalik itu melihat selisih waktu delapan derajat bumi. Karena itu kenapa kami tidak mengikuti keputusan menteri agama. Informasi yang kami peroleh tadi malam hilal terlihat di atas delapan derajat bumi," ujar Abu Mahmuddin.

Berdasarkan informasi anak bulan hanya terlihat di pulau jawa, Sulawesi, Singapura. Namun kata dia, untuk Sumatera tidak terlihat anak bulan di semua wilayah mulai dari Aceh hingga Lampung.

Disebutkannya, para ulama tua di Aceh seperti Abu Tumim, di Bireun, Abuya Syech Amran Waly, Abon Hasbi dan Abu Mawardi di Kabupaten Aceh Selatan juga tidak ikut berpuasa pada hari ini.

"Bagi yang mulai berpuasa pada hari ini tetap dihormati, karena petunjuk dalam kitab ada, namun saya bingung bagi yang berpuasa kemarin atau dua hari sebelumnya lantaran tidak petunjuk berbagai kitab," ujarnya.

Ia juga mengajak pihak yang berbeda pendat dalam pelaksanaan puasa kali ini untuk dihormati dan tidak menjadikan perbedaan saling memusuhi.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...