Unduh Aplikasi

DUGAAN PENYIMPANGAN ANGGARAN JARINGAN AIR BERSIH

Sayid Fadhil: Saya Diperiksa Kejati Hanya Terkait Kewenangan

Sayid Fadhil: Saya Diperiksa Kejati Hanya Terkait Kewenangan
Sayid Fadhil. Foto: Kanalaceh

BANDA ACEH - Mantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Sayid Fadhil membenarkan dirinya sudah diperiksa Kejati Aceh terkait dugaan penyimpangan anggaran pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh, Aceh Besar tahun anggaran 2017/2018.

"Iya betul, saya sudah diperiksa hari Jumat kemarin," kata Sayid Fadhil saat dikonfirmasi AJNN, Rabu (23/9). 

Baca:Kejati Periksa Mantan Kepala BPKS

Sayid menyampaikan, pemanggilan dirinya oleh Kejati Aceh untuk dimintai keterangan terkait posisi dan kewenangannya saat masih menjabat sebagai Kepala BPKS Sabang.

Terkait hal itu, kata Sayid, ia menjelaskan bahwa proyek pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh itu, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaannya dimulai dari 2017. Artinya sebelum dirinya menjabat.

Setelah dilantik jadi Kepala BPKS Sabang pada 2018 lalu, lanjut Sayid, dirinya selaku pemegang anggaran hanya melanjutkan apa yang sudah berjalan kala itu. 

"Terkait posisi dan kewenangan, biasa saja normatif, itu proyek kan dimulai pada 2017, saya hanya mengakhiri masa terakhirnya, lanjutan. Standar, sejauh mana tanggungjawab kita," tutur Sayid. 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pejabat BPKS Sabang dipanggil pihak Kejaksaan Tinggi Aceh terkait dugaan penyimpangan anggaran pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh, Aceh Besar tahun anggaran 2017/2018. 

Dari surat panggilan yang diterima AJNN, adapun nama-nama yang dipanggil itu yakni Yudi Saputra (PPK tahun anggaran 2018), T Harri Kurniansyah (PPK Perencanaan dan Pembebasan Lahan), Fajri (KPA tahun anggaran 2017), Makinuddin Ashar (PPK Pulo tahun anggaran 2017), Zaldi (KPA 2018) dan Sayed Fadhil (PA tahun anggaran 2018).

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...