Unduh Aplikasi

Sawah Kering Kerontang, Petani Lhokseumawe Terpaksa Panen Lebih Awal

Sawah Kering Kerontang, Petani Lhokseumawe Terpaksa Panen Lebih Awal
Seorang petani berdiri di sawah yang dilanda kekeringan di Desa Asan Kareung dan Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Sabtu (19/3). Foto: Safrizal
LHOKSEUMAWE- Ratusan hektar sawah tadah hujan di dalam kawasan Desa Asan Kareung dan Mane Kareung, Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, menjelang panen dilanda kekeringan.

Akibatnya, ratusan petani di kawasan tersebut menjerit. Karena menjelang panen ratusan hektar sawah dilanda puso dan kekeringan sehingga semua padi milik mereka terancam gagal panen.

Adi Mirza (32), petani Desa Mane Kareung mengatakan, semua lahan sawah garapan masyarakat yang ditanami padi kekeringan.

“Dan tanahnya juga pecah-pecah, karena selama ini air hujan tidak turun,” katanya, Sabtu (19/3).

Sementara itu, air yang mengalir di saluran parit yang mengaliri sawah mereka juga kering kerontang. Tak ayal membuat para petani melakukan panen lebih awal, karena semua padi sudah dalam kondisi rusak.

“Pada tahun ini, hasil panen para petani di kawasan Kecamatan Blang Mangat tidak memuaskan lebih sedikit dibandingkan pada tahun lalu,” keluhnya.

Harapannya, mewakili puluhan petani di kawasan itu, agar pemerintah Lhokseumawe, segera membangun saluran irigasi. Agar tahun berikutnya petani di kawasan tersebut bisa mendapatkan hasil panen seperti yang diharapkan.

“Karena selama ini, setiap musim kemarau kami petani harus merugi dengan kondisi tidak adanya air yang bisa mengaliri ke sawah milik mereka,” jelasnya.

Komentar

Loading...