Unduh Aplikasi

Satu Surat Banyak Masalah

Satu Surat Banyak Masalah
Ilustrasi: Word economic.

PENANGKAPAN seorang calon penumpang yang menggunakan hasil tes PCR dalam dokumen keberangkatan di Bandara Sulta Iskandar Muda, kemarin, ada sebuah bukti nyata bahwa perang terhadap vaksin ini tidak mudah. 

Namun sejak lama pula calon penumpang, terutama mereka yang sering kali melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang menganggap tes ini tidak efektif. Pemerintah masih saja menggunakan cara-cara yang tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan dalam penanganan penyebaran Covid-19.

Karena ini menyangkut pemalsuan, tentu saja kepolisian akan bertindak. Dan pelaku harus menerima hukuman sesuai dengan kejahatan pemalsuan itu. 

Tapi polisi juga harus mempertimbangkan bahwa efektivitas penggunaan surat bukti telah menjalani tes anticovid-19 dengan urusan pencegahan penyebaran virus itu sendiri adalah dua hal yang sangat berlawanan. 

Ini adalah dua hal berbeda. Untuk urusan kesehatan, misalnya, setiap anggota masyarakat yang merasa perlu memastikan kondisi kesehatan mereka bisa mengajukan diri untuk menjalani tes. 

Terutama mereka yang bersentuhan dengan penderita Covid-19 setelah si penderita terkonfirmasi positif. Atau masyarakat yang merasa berpotensi untuk tertular atau menularkan virus ini, seperti yang dilakukan secara rutin oleh Gubernur Aceh.

Namun saat hasil tes, entah itu rapid antigen, swab antigen, atau tes swab PCR, dijadikan legitimasi bahwa yang bersangkutan tidak tertular Covid-19 saat melakukan perjalanan adalah hal yang salah kaprah. 

Karena sering kali usai menjalani tes, orang yang menjalani tes berkeliaran dan bertemu dengan banyak orang. Tidak ada jaminan bahwa yang bersangkutan bebas dari Covid-19 setelah mendapatkan surat hasil tes yang menunjukkan hasil negatif. 

Lain cerita kalau tes dilakukan saat berada di bandara, sesaat sebelum keberangkatan. Hanya mereka yang dinyatakan negatif yang berhak melanjutkan perjalanan. 

Saat tes dilakukan di bandara, beberapa saat sebelum keberangkatan, maka kemungkinan dia tertular Covid-19 akan semakin kecil. Demikian pula potensi dia menularkan virus itu kepada orang lain di dalam bandara. 

Hal-hal kecil ini sebenarnya penting. Namun karena satu atau lain hal, maka hal kecil yang bersifat penting ini kerap dilupakan. Bahkan kesalahkaprahan ini terus dilanjutkan meski sekadar formalitas yang tidak mencegah penularan, sama sekali.

Komentar

Loading...