Unduh Aplikasi

Satu Penumpang Sakit, Kapal Ferry Tujuan Simeulue Terpaksa Kembali ke Meulaboh

Satu Penumpang Sakit, Kapal Ferry Tujuan Simeulue Terpaksa Kembali ke Meulaboh
Penumpang yang alami darah tinggi dievakuasi dari Kapal Sabuk Nusantara. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Kapal Perintis Sabuk Nusantara yang melayani rute Meulaboh-Simeulue, Jumat (3/4) malam terpaksa kembali kembali ke Pelabuhan Jetty Meulaboh yang berada di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Kapal yang sebelumnya telah melakukan perlayaran selama tiga jam di laut lepas itu terpaksa kembali ke Pelabuhan Jetty, karena seorang penumpang kapal tersbut jatuh sakit di tengah laut hingga pingsan tidak sadarkan diri.

Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Coronavirus atau Covid-19, Irsadi Aristora, mengatakan kapal tersebut sebelumnya berangkat pada pukul 17.30 WIB, dari pelabuhan Jetty, namun dalam perjalanan kapten kapal menghubungi Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Banda Aceh wilayah kerja Meulaboh.

“Kapten kapal menghubungi KKP Meulaboh menyampaikan jika ada penumpang kapal yang pingsan. Setelah sampai kedaratan dan kami cek dari keluarga ternyata penumpang atas nama Maimunah itu ada riwayat darah tinggi,” kata Irsadi Aristora.

Dikatakannya, setelah dilakukan pemeriksaan dan riwayat penyakit dari keluarga, KKP memutuskan jika Maimunah, hanya mengalami Penyakit Tidak Menular (PTM), namun hanya sakit darah tinggi dan jantung.

Karena didiagnosa PTM, kata dia, pihaknya memutuskan untuk tidak melakukan pemeriksaan terhadap penumpang lain dan kapal tersebut dinyatakan dapat kembali melakukan pelayaran ke Simeulue.

“Jadi kami dari gugus hanya menjaga-jaga saja. Tadi pihak KKP sudah membawa dengan ambulan, dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh. Jadi kami tunggu hasil pemeriksaan dari rumah untuk hasil terakhir,” sebut Irsadi.

Menurutnya saat proses evakuasi dilakukan, pihaknya sempat meminta kepada KKP untuk melaporkan kepada kapten kapal agar penumpang lainnya melakukan jaga jarak dari pasien yang sedang dievakuasi. Namun imbauan itu tidak diindahkan, bahkan para penumpang mengabadikan lewat foto dan video dari telepon genggam mereka.

"Kondisi pasien saat diturunkan dari kapal masih pingsan. Sebenarnya kami sudah minta untuk jaga jarak, tapi karena membandel jadi sulit diatur," ungkapnya.

Komentar

Loading...