Unduh Aplikasi

Satu Keluarga Warga Pulau Banyak Singkil Hanyut

Satu Keluarga Warga Pulau Banyak Singkil Hanyut
Ilustrasi. Foto: Okezone
ACEH SINGKIL - Tiga Warga Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil di kabarkan hanyut, satu diantaranya merupakan balita berusia tiga tahun. Korban hilang saat hendak menyeberang dari pulau pinang menuju teluk nibung menggunakan perahu mesin (robin-red), Senin (21/3) sekira pukul 17.30 WIB.

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) SAR Kepulauan Banyak Aceh Singkil Yudistira, menyebutkan warga yang hilang tersebut merupakan satu keluarga yakni Sastra (17), Hijra (3) dan Ibunya Asria (40).

Dirinya menceritakan, Senin (21/3) sore kemarin mereka berencana hendak pulang usai memetik kelapa di Pulau Pinang menuju ke Teluk Nibung. Namun sampai diantara Pulau Pinang dan Pulau Palambak, perahu yang dikemudikan Asria mati mesin hingga mereka hanyut terseret ombak.

"Kami mendapat laporan sekitar pukul 17.30 WIB, dan langsung menerjunkan satu tim untuk mencarinya, tapi tak berhasil," kata Yudis kepada AJNN, Selasa (23/3).

Yudis mengaku, keterbatasan peralatan dan faktor cuaca yang sedang terjadi badai menyebabkan upaya pencarian terhambat. Bahkan tim yang diturunkan sempat terjebak badai dan akhirnya mendarat di pulau palambak.

"Kami satgas baru, jadi peralatan masih seadanya. Selain itu cuaca juga sedang badai sehingga upaya pencarian korban terhambat," ujarnya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, korban yang hilang kata Yudis mengirimkan pesan singkat kepada keluarganya. Dalam pesan itu mereka mengatakan kondisinya sudah lemah karena perahunya terombang ambing di hempas ombak. Sayang tidak ada koordinat yang jelas dimana keberadaan mereka sehingga tim yang kembali terjun mencari tidak berhasil.

"Malam kami dapat kabar mereka sudah dalam kondisi lemah, telepon genggam yang sempat mengirim Short Message Service (SMS) tidak bisa dihubungi lagi, mungkin karena sinyalnya hilang. Meski cuaca buruk, karena pertimbangan ada balita kami kembali kirim tim pencari, tapi jam 03.00 WIB, pencarian kami hentikan karena cuaca semakin memburuk," jelas yudis.

Hingga berita ini di turunkan, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Satgas Sar sendiri mengaku telah berkoordinasi dengan Sar Sibolga dan Nias Sumatera Utara untuk membantu mereka menyisir di wilayah perbatasan. Sedangkan badai masih terus bergelora menyebabkan Satgas Sar tak mampu berbuat banyak.

Komentar

Loading...