Unduh Aplikasi

Satpol-PP Gerebek Tempat Jual Tuak di Aceh Tamiang, Satu Orang Diamankan

Satpol-PP Gerebek Tempat Jual Tuak di Aceh Tamiang, Satu Orang Diamankan
Petugas Satpol-PP dan WH saat menggerebek rumah yang dijadikan tempat jual tuak di Kampung Krueng Sikajang. Foto : For AJNN

ACEH TAMIANG - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayahatul Hisbah (Satpol-PP dan WH) Aceh Tamiang menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat jual minuman tuak, di Dusun Lembah Jaya, Kampung Krueng Sikajang (Paya Ketenggar), Kecamatan Manyak Payed, Rabu (1/7).

Hasilnya seorang pemilik rumah sekaligus penjual tuak berinisial ZD (42), diamankan.

Kasatpol-PP dan WH Aceh Tamiang, Asma'i melalui Kabid Penegakan Syariat Islam, Syahrir Pua Lapu kepada AJNN, Jumat (3/7) mengatakan, penggerebekan tersebut dilakukan atas informasi masyarakat yang resah dengan aktivitas jual-beli minuman tuak itu.

Dikatakan Syahrir, pada Rabu 1 juli 2020 sekitar pukul 15.00 WIB, Unit Intel Satpol-PP dan WH mendapatkan laporan dari masyarakat tentang ada-nya kegiatan jual beli tuak di salah satu rumah warga di Dusun Lembah Jaya, Desa Krueng Sikajang.

Mendapat laporan tersebut, kata dia, Unit Intel melakukuan koordinasi dengan dirinya selaku Kabid Penegakan Syari'at Islam, dan laporan tersebut ditindak lanjuti oleh tim patroli WH yang pada pukul 16.50 WIB langsung menuju ke lokasi.

"Tiba di rumah dimaksud, petugas langsung menggerebek dan mengamankan ZD selaku penjual tuak," kata Syahrir.

Dari rumah tersebut, sambung Syahrir, petugas ikut mengamankan barang bukti berupa sekitar 10 liter minuman tuak, sisa penjualan.

"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ZD pada Kamis 2 Juli 2020 kemarin, langsung di bawa ke Lapas Kelas II B Kuala Simpang untuk ditahan," kata Syahrir.

Menurut pengakuan ZD, tambah Syahrir, dia memproduksi minuman tuak dari sadapan pohon aren, bisnis tersebut sudah lama dijalankannya untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Sebelum ditahan di Lapas, ZD sudah dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif

"ZD ditahan karena telah melanggar Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat (khamar) ," ungkap Syahrir.

Komentar

Loading...