Unduh Aplikasi

Satgas Posko Induk Penanganan Gempa Pijay Mengaku Kurang Dana Operasional

Satgas Posko Induk Penanganan Gempa Pijay Mengaku Kurang Dana Operasional

PIDIE JAYA - Dana operasional Satgas Posko Induk untuk penangganan tanggap darurat gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya hanya Rp 1,2 miliar. Angka tersebut sama sekali tidak mencukupi, sehingga satgas harus berutang untuk penangganan tanggap darurat.

Hal itu dikatakan Bendahara Satgas Posko Induk gempa Aceh, M Diwarsyah kepada wartawan, Rabu (21/12).

Ia menjelaskan, dana untuk tanggap darurat itu bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 400 juta, sedangkan Rp 800 juta lagi adalah dana tak terduga dari daerah.

Namun dana tersebut sudah dipakai semua oleh delapan sub yang ada dibawah satgas posko induk untuk kepentingan tanggap darurat. Malahan katanya, untuk keperluan tanggap darurat, satgas posko induk sudah mengeluarkan Rp 1.3 miliar lebih, serta masih mempunyai utang yang belum terbayar.

"Pengeluaran satgas sudah melebihi anggaran belanja yang dimiliki. Malahan ada bon yang belum terbayar," katanya.

Namun, Diwarsyah tidak dapat memberikan data pengeluaran satgas posko induk kepada wartawan. Alasannya, data pengeluaran belum disusun dengan teratur.

"Data pengeluarannya belum kami susun dengan teratur, takut ada yang salah, jadi saya belum bisa memberikan data pengeluaran ini," tegas Diwarsyah.

Sementara dana yang masuk dari berbagai donatur mencapai Rp 6.2 miliar lebih. Dana itu hanya akan diberikan untuk masyarakat. Dana dari donatur baru di pakai Rp 714 juta sebagai uang lauk pauk untuk korban gempa.

Tambahnya, dari 222 gampong yang ada di Kabupaten Pidie Jaya, 102 gampong diantaranya ditanggung dengan dana donatur melalui satgas posko induk. Sedangkan uang lauk pauk untuk 120 gampong lainnya ditanggung oleh BNPB.

"Dana dari donatur baru kita gunakan Rp 714 juta untuk uang lauk pauk 102 gampong, 120 gampong lagi melalui BNPB," ujarnya.

Komentar

Loading...