Unduh Aplikasi

Sarat Masalah, Pembelian Mobil Bupati Abdya Harus Diusut

Sarat Masalah, Pembelian Mobil Bupati Abdya Harus Diusut
Mobil dinas baru Bupati Abdya. Foto: Ist

ACEH BARAT DAYA - Tokoh Masyarakat Aceh Barat Daya (Abdya), Suprijal Yusuf, menilai proses pengadaan mobil dinas bupati merk Nissan Elgrand seharga Rp 1,018 miliar, yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (ABPK) Abdya tahun anggaran 2019 sarat masalah.

Pasalnya, keterangan yang disampaikan Sekretaris Daerah Abdya, Thamrin dengan stafnya di Setdakab Abdya sangat bertolak belakang. Hal ini menunjukkan, selama ini Sekda disuguhi informasi yang keliru oleh stafnya.

“Sangat disayangkan Sekda telah dibohongi oleh stafnya. Patut diduga bahwa sejak dalam prosesnya, pengadaan mobil ini sarat masalah,“ kata Suprijal Yusuf kepada AJNN, Selasa (23/7).

Baca: Mobil Dinas Baru Bupati Abdya Dibeli dengan Mekanisme PL, Riad Horem: Dilarang

Ia juga meminta kepada aparat penegak hukum, segera turun untuk mengusut dugaan penyimpangan yang terjadi dalam proses pengadaan mobil dinas baru Bupati Akmal Ibrahim, yang dilakukan melalui mekanisme penunjukkan langsung (PL). 

Menurutnya, berdasarkan keterangan yang diberikan Pejabat LKPP kepada media ini, sudah bisa dijadikan bukti permulaan bagi pihak penegak hukum dalam melakukan penyelidikan bahwa telah terjadi penyimpangan dalam pengadaan kendaraan operasional pimpinan daerah.

“Dugaan awal sudah ada. Penegak hukum harus segera mengusut kasus ini,“ ujarnya.

Selain itu, Bang Su--sapaan Suprijal Yusuf--juga mengatakan pembelian mobil dinas baru bupati adalah tindakan menghambur-hamburkan keuangan daerah. Sebab, mobil dinas lama bermerk Toyota Land Cruiser Prado yang dibeli tahun 2014 masih layak pakai.

Kemudian, dia juga menyoroti wacana pembelian mobil dinas baru untuk pimpinan DPRK Abdya, Dinas, dan para camat yang sedang digodok dalam APBK Perubahan Abdya tahun 2019, dengan total anggarannya senilai Rp 7,5 miliar.

Baca: Rp 1,018 Miliar Digelontorkan untuk Mobil Dinas Baru Bupati Abdya

Sementara itu, ia juga gusar memperoleh kabar bahwa tahun ini Pemkab Abdya tidak menganggarkan beasiswa untuk mahasiswa Abdya yang menimba ilmu di daerah. Kebijakan tersebut menurutnya sangat tidak patut, sementara untuk membeli mobil dinas baru pemerintah menyediakan anggaran yang cukup besar.

“Uang tersebut seharusnya bisa digunakan ke hal-hal yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas, jangan hanya untuk kepentingan individu dan kelompok. Sepertinya nilai-nilai keprihatinan melihat kondisi daerah dan masyarakat yang mayoritas berada dibawah garis kemiskinan, sepertinya sudah mulai hilang dalam diri pejabat di daerah kita,“ pungkas Suprijal Yusuf.

Komentar

Loading...