Unduh Aplikasi

Santri hanyut terseret arus Krueng Aceh

BANDA ACEH-Fahrul Rizal, santri Pondok Pesantren Nurul Fatah, Kecamatan Sulimeum, Kabupaten Aceh Besar, terseret arus deras Krueng (sungai) Aceh saat korban hendak mandi di sungai tersebut.

“Informasi yang kami terima, seorang santri dinyatakan terseret arus deras sungai dan hingga kini masih dalam pencarian di kawasan Seulimeum,” kata Wakil Ketua I Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Besar, Ikbal yang dihubungi dari Banda Aceh, Senin.

Santri tersebut, Ikbal yang juga Operator Pusdalops BPBD Aceh Besar menjelaskan hendak mandi di sungai namun terjatuh dan langsung terseret arus deras sungai di belakang pondok pesantren itu.

Hujan deras sejak Minggu (21/12) telah mengakibatkan meningginya air sungai Krueng Aceh yang berhulu di kawasan Kecamatan Seulimeum, dan Lembah Seulawah. Selain itu, tingginya curah hujan juga mengakibatkan banjir genangan di sejumlah desa di Aceh Besar.

Lebih lanjut, Ikbal menjelaskan di Gampong (desa) Lampaseh Krueng, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar dilaporkan tiga warga menjadi korban akibat pohon asam tumbang menimpa seunit truk.

“Tiga orang dilaporkan menjadi korban. Satu orang, yakni supir truk tersebut masih dalam proses evakuasi, sementara dua orang lainnya telah berhasil dikeluarkan dari dalam truk dalam keadaan selamat meski luka ringan,” kata dia menjelaskan.

Sementara di kawasan Kecamat Kuta Cot Glie, sebuah jembatan desa juga terseret arus deras Krueng Aceh dan mengakibatkan terputusnya hubungan ke salah satu desa di daerah tersebut.

Dipihak lain, Ikbal juga mengimbau masyarakat terutama mereka  yang berdomisili di daerah aliran sungai (DAS) agar waspada menyusul tinggi curah hujan yang diperkirakan hingga beberapa pekan mendatang.

“Kita imbau masyarakat untuk tetap waspada terutama mereka yang berdomisili di kawasan DAS sebagai upaya mengantisipasi terhadap kemungkinan buruk akibat tingginya curah hujan,” kata dia menambahkan.

ANTARA

Komentar

Loading...