Unduh Aplikasi

Samar Kabar Pembunuh Bunta

Samar Kabar Pembunuh Bunta
ilustrasi: artmag

HINGGA hari ini, tersangka pembunuhan Bunta, gajah jantan yang diperbantukan di sebuah conservation response unit di Aceh Timur, masih tak jelas. Polisi dan aparat terkait masih belum menemukan pelaku pembuhan Bunta. Kuat dugaan, pembunuhan ini terkait dengan perburuan gading.

Setelah bangkai tanpa gadingnya ditemukan, pertengahan Juni lalu, polisi bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam Aceh segera turun ke lokasi. Sayembara untuk mengungkapkan pelakunya pun mulai digelar oleh banyak pihak. Gubernur Aceh, misalnya, menjanjikan hadiah uang Rp 100 juta.

BKSDA dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menjanjikan hadiah meski tak sebanyak yang diiming-imingi gubernur. Ada juga sebuah warung kopi yang menggratiskan pemberi informasi pembunuh Bunta minum kopi seumur hidup di warung itu.

Seharusnya kejahatan ini dapat dituntaskan segera. Apalagi di kalangan pegiat konservasi dan lingkungan, pembunuh Bunta telah diketahui, meski samar. Hal ini harusnya menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mendalami kasus ini dan membawa pelaku pembunuhan itu ke meja peradilan. Pelaku harus dihukum dengan hukuman seberat-beratnya.

Memberikan hukuman kepada pembunuh Bunta bukan hanya karena iming-iming hadiah. Negara harus hadir di saat satwa penting dalam ekosistem hutan Aceh, yang disebut-sebut sebagai paru-paru dunia, terus dibantai. Entah karena perburuan gading atau konflik dengan manusia.

Dalam kurun waktu satu dekade ini, konflik antara manusia dan gajah serta pembunuhan gajah di Aceh meningkat. Di saat yang sama, Aceh juga belum memiliki lokasi khusus untuk gajah. Berbeda dengan Lampung, yang memiliki taman nasional khususnya untuk gajah. Padahal dari 500 ekor gajah tersisa, setengahnya ada di Aceh.

Seekor gajah membutuhkan ruang seluas 800 hektare dan gajah di kAceh berada 100 persen di luar kawasan konservasi. Kelompok-kelompok itu mendiami hutan produksi terbatas dan kawasan budi daya atau kawasan areal penggunaan lain. Hal ini sangat mengancam keberadaan gajah.

Tanpa perhatian serius dari pemerintah, terutama dari sisi perlindungan satwa istimewa ini, hewan ini sangat terancam punah. Apalagi, masih banyak pejabat dan orang-orang penting di Aceh yang menganggap gajah sebagai hama serta gadingnya hanya sebagai perhiasan. Padahal gajah adalah penyeimbang ekosistem yang sangat dibutuhkan hutan Aceh.

Komentar

Loading...