Unduh Aplikasi

Sama-Sama ke Tengah

Sama-Sama ke Tengah
ilustrasi: anny cook

PEMERINTAH Pusat seharusnya tidak perlu ragu. Apalagi sampai menganggap perjanjian damai yang ditandatangani bersama Gerakan Aceh Merdeka adalah sebuah akal-akalan. Karena pemikiran ini hanya akan membuat hubungan yang mulai mesra, menjadi kaku. Hal ini juga gampang ditunggangi sebagai isu politik murahan.

Isu bendera memang bukan masalah utama di Aceh. Karena di daerah ini yang paling penting untuk segera dicarikan jalan keluar adalah kemiskinan dan ketidakadilan ekonomi. Namun sepertinya, isu bendera selalu diseret-seret. Dan dianggap sebagai urusan utama setelah Aceh berdamai.

Di Aceh, urusan bendera telah selesai setelah Bulan Bintang disahkan dalam qanun pada 2013. Jadi tak heran jika saban peringatan milad GAM, bendera itu selalu dikibarkan meski pengibarnya harus main kucing-kucingan dengan aparat keamanan atau militer.

Urusan kesamaan bendera Bulan Bintang sebagai bendera Aceh dengan bendera GAM seharusnya tak menjadi masalah karena hal ini merupakan satu di antara beberapa butir kesepakatan perjanjian damai di Helsinki.

Hal yang sama juga harusnya dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Pemerintah Aceh. Jika memang berkeinginan untuk move on dari urusan bendera, seharusnya kedua pihak itu membangun komunikasi yang lebih baik dengan pemerintah pusat agar urusan ini tidak terus menerus menemui jalan buntu.

Pembahasan tentang bendera ini memang memakan waktu, energi dan dana yang tidak sedikit. Bendera ini pernah dibahas dibahas di banyak kota di Indonesia. Tapi tak satupun pembahasan menyelesaikan permasalahan.

Elit pemerintah di Jakarta dan di Aceh perlu memikirkan cara yang tepat untuk segera mengakhiri polemik ini. Masing-masing pihak juga hendaknya tidak menggiring isu hanya sekadar memenuhi panggung sensasi.

Karena apapun ceritanya, kepentingan masyarakat Aceh harus lebih diutamakan. Gunung satu dengan gunung lain mungkin tak bisa bertemu, tapi kita bisa.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...