Unduh Aplikasi

Sama-sama Aceh

Sama-sama Aceh
Ilustrasi.

SOMASI Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) terhadap Pemerintah Aceh dibalas oleh pengurus Partai Nanggroe Aceh (PNA). YARA melayangkan somasi kepada Tim Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Aceh atau Tim Seleksi Satuan Kerja Perangkat Aceh.

Namun balasan ini dianggap sebagai bentuk arogansi dan sikap menghalang-halangi peran serta masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan. Dan memang PNA tidak punya kapasitas untuk menjawab somasi yang ditujukan kepada Pemerintah Aceh.

Harusnya yang segera bersuara adalah Gubernur Aceh, selaku “pengguna jasa” tim seleksi. atau siapa saja dari unsur pemerintah, mungkin Sekretaris Daerah Aceh atau kepala biro humas. Bukan pengurus partai politik yang mengusung pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah pada Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017.

Dewan Pimpinan Pusat Partai Nangroe Aceh (DPP PNA) menilai somasi yang dilakukan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) kepada Tim Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Aceh terkait jabatan dan kepengurusan mereka di Partai Nanggroe Aceh (PNA) dianggap tidak memiliki dasar hukum.

Tapi YARA juga perlu mendengar kritik PNA yang menilai somasi ini lebih berbau politik setimbang yuridis. PNA menilai ancaman ini tidak memenuhi kaidah hukum baik secara formil dan materil. Masing-masing pihak harusnya dapat menahan diri dan tidak terjebak dalam polemik, entah itu di media massa ataupun di media sosial.

Jangan sampai energi membangun Aceh habis untuk urusan yang tidak prinsip. Karena satu Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, satu lagi Partai Nanggroe Aceh. Dua-dua, sama-sama, pakai nama Aceh.

Komentar

Loading...