Unduh Aplikasi

Salurkan bantuan korban banjir, DPRK dituding pilih kasih

Salurkan bantuan korban banjir, DPRK dituding pilih kasih
Bantuan
ACEH UTARA - Korban banjir di Kecamatan Seunuddon tuding DPR Kabupaten Aceh Utara, pilih kasih dalam menyalurkan bantuan, betapa tidak bantuan tersebut disalurkan ke desa tertentu di Kecamatan setempat.

Ironisnya, dari 14 desa di Kecamatan Seunuddon yang dilanda banjir akibat hujan deras selama sepekan terakhir ini, belum semua desa merasakan bantuan yang disalurkan dewan terhormat itu.

Hal ini disampaikan tokoh Kecamatan Seunuddon Aceh Utara, Zulkarnaini Bin Umar, kepada AJNN, seperti halnya Desa Alu Barueh, korban banjir sangat mengharapkan bantuan, terutama bantuan dari pemerintah, bantuan yang dibutukan warga desa tersebut, antara lain sembako.

"Namun saat ini mereka hanya mendapatkan bantuan obat-obatan dari Puskesmas setempat, pada Jum'at sore, 26 Desember 2014. Itupun diberikan obat sisa dari desa lain, bukan prioritas khusus,"ucap Zul Karnen.

Sebelumnya Camat Seunuddon, Fatwa Maulana, pada Kamis (25/12) saat dihubungi AJNN melalui Selulernya menyebutkan, pihaknya telah menangani semua korban banjir di Kecamatan yang dipimpinnya`

“Besok (26 Desember 2014 – red) akan ada lagi bantuan dari Baitul Mal,"jawabnya via seluler.

Dikatakanya, 14 desa yang terkena imbas banjir di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, telah disalurkan bantuan, diantaranya dari Dinas Sosial Aceh Utara. namun, saat ini masih ada Korban banjir yang mempertanyakan kenapa di desanya itu belum mendapatkan bantuan.

Terkait bantuan yang disalurkan DPR Kabupaten Aceh Utara, lanjut Tokoh Seunuddon itu, menimbulkan kecemburuan sosial dikalangan korban banjir, rasa cemburu itu timbul saat sejumlah anggota DPRK Aceh Utara tebang pilih dalam memnyalurkan bantuan di kecamatan itu.

"Betapa tidak, bantuan itu disalurkan dewan terhormat itu dikhususkan untuk desa yang memperoleh Suara terbanyak di masa Pemilu (Pileg) 2014,"sambung Karnen.

Selain itu, tambah Karnen, rumor yang beredar bahwa desa yang tak mendapatkan bantuan dikarenakan korban banjir tak mengungsi ke meunasah,

" Ini merupakan asumsi tak logis karena tak mengungsi ke meunasah bukan berarti tak menjadi korban banjir. Padahal, korban banjir telah mengungsi ke tempat sanak saudara atau tempat yang lebih aman,"tambah tokoh Seunuddon.

Wajah-wajah lesu terpancar dari korban banjir, yang tak mendapatkan bantuan. Mereka masih bertanya-tanya mengapa desanya hingga saat ini belum tersentuh uluran tangan,

"Kami sangat mengharapkan uluran tangan dari Penguasa Daerah ini, setidaknya mereka menoleh terhadap kondisi kami saat ini, yang dilanda musibah banjir," ucap salah satu korban banjir, Kepada AJNN
.
ISTANJOENG
IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...