Unduh Aplikasi

Saling Klaim Kepemilikan Rumah Sakit Teungku Fakinah

Saling Klaim Kepemilikan Rumah Sakit Teungku Fakinah
Ketua Tim Kuasa Hukum H.M Saleh Suratno, Muzakir AR. Foto: Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Kepemilikan Rumah Sakit Swasta Teungku Fakinah, Banda Aceh belum juga berakhir. Sebelumnya Kuasa Hukum Yayasan Teungku Fakinah Hj Herni Hidayati mengatakan sudah memberhentikan H.M Saleh Suratno dari direktur rumah sakit, dan mengangkat Syamaun Ismail sebagai direktur baru

Kini, giliran pengacara H.M Saleh Suratno angkat bicara atas pemberhentian tersebut. Muzakir AR, Ketua Tim Kuasa Hukum H.M Saleh Suratno menegaskan Rumah Sakit Teungku Fakinah masih dipegang oleh Saleh Suratno. Hak ini berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) dan Penetapan Eksekusi Pengadilan Negeri Banda Aceh yang mereka miliki.

Baca: Yayasan Teungku Fakinah Kuasai Kembali Pengelolaan Rumah Sakit

Menurutnya, eksekusi yang dilakukan oleh pihak yayasan kemarin, Rabu (28/12) sudah melanggar hukum dan mereka belum berhak memegang rumah sakit itu, karena jika melakukan eksekusi harus berdasarkan putusan dari pengadilan negeri, dan tidak bisa dilakukan pihak yayasan apalagi masyarakat biasa.

"Yang berhak melakukan eksekusi hanya pengadilan, bukan yayasan apalagi masyarakat sipil," kata Muzakir AR kepada AJNN, Kamis (29/12).

Muzakir menjelaskan, keputusan MA nomor 2502 K/Pdt/2014 tertanggal 11 Maret 2015 menyatakan bahwa rumah sakit Teungku Fakinah berda dibawah kendali Saleh Suratno, dan juga berdasarkan putusan eksekusi pengadilan nomor 5/Pdt.Eks/2016/PN.BN tertanggal 11 Oktober 2016 mengeluarkan putusan untuk mengembalikan Akademi Keperawatan (Akper) dan rumah sakit Teungku Fakinah kepada Saleh Suratno.

Dirinya kembali mengigatkan pihak yayasan tidak mempunyai dasar untuk melakukan pengkudetaan atau mengeksekusi rumah sakit ini, karena putusan pengadilan tersebut tidak bisa diganggu gugat.

"Putusan MA sudah jelas bahwa rumah sakit harus dikembalikan kepada Saleh Suratno," tegasnya.

Saat ini, lanjut Muzakir, Saleh Suratno sudah kembali menduduki rumah sakit. Pegawai rumah sakit itu juga sudah kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Dirinya berharap, kepada semua pihak harus mengacu pada Undang-Undang dan aturan hukum berlaku, sehingga tidak membuat keributan serta menganggu ketertiban di rumah sakit.

Sementara ini, pihak yayasan hingga kini masih melakukan perlawanan eksekusi di pengadilan, namun belum mempunyai keputusan hukum dan masih dalam proses.

Komentar

Loading...