Unduh Aplikasi

Salah Obat Pengelolaan Hutan

Salah Obat Pengelolaan Hutan
Ilustrasi: the courier

KERUSAKAN akibat buruknya pengelolaan hutan di Pidie semakin terlihat. Beberapa hari terakhir, petani di beberapa daerah di Pidie mulai merasakan dampaknya. Tanah untuk menanam padi tak bisa ditanami karena kering. Air yang diharapkan membasahi sawah tak kunjung sampai.

Beberapa kecamatan yang mengalami permasalahan ini merupakan sentra penghasil padi. Seperti Glumpang Baro, Kembang Tanjong, Mutiara Timur, Pekan Baro, Pidie, Grong-grong, Batee, Mila, Delima, Padang Tiji dan Muara Tiga.

Upaya pemerintah kabupaten untuk menyedot air sungai ke sawah-sawah itu pun tak mampu memenuhi kebutuhan air. Air yang dipindahkan itu hanya bisa mengaliri sawah yang berada tak jauh dari sungai. Sementara curah hujan sangat rendah. Kondisi ini jelas tak ideal untuk mulai menanam padi.

Namun saat hujan datang, air dari gunung mengalir deras. Dalam beberapa tahun terakhir, bencana banjir terus mendera Pidie. Bahkan kawasan-kawasan yang sebelumnya aman, kini mulai terendam.

Kerusakan hutan tak hanya menyebabkan kekeringan dan banjir. Alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan juga menyebabkan tingginya konflik satwa dan manusia di daerah ini. Satu di antaranya adalah gajah versus manusia.

Kabar tentang masuknya gajah ke kawasan permukiman penduduk Pidie semakin sering terdengar. Ini adalah dampak dari berkurangnya luas habibat asli hewan yang berstatus kritis itu. Namun tak terlihat upaya serius pemerintah untuk memperbaiki hutan yang menjadi hulu semua masalah yang dirasakan warga Pidie saat ini.

Harusnya Pemerintah Kabupaten Pidie berusaha keras memperbaiki kerusakan hutan terutama di kawasan pegunungan. Dengan demikian, saat hujan datang, air yang turun dapat tersimpan di tanah karena diserap akar pohon. Saat kekeringah, air yang tersimpan itu akan tetap mengaliri sungai dan dapat digunakan untuk bercocok tanam.

Pemeritah kabupaten juga harusnya mendorong agar kepolisian, kejaksaan dan militer di kawasan itu bekerja maksimal mengamankan hutan dari praktik pembalakan liar.

Ketimbang memberikan mobil dinas, menghibahkan gedung baru, atau memberikan hadiah lain kepada lembaga vertikal itu, ada baiknya jika pemerintah kabupaten membantu dana operasional kepolisian dan militer dalam mengamankan hutan Pidie. Dengan demikian, masyarakat dan makhluk hidup lain tak terjepit akibat buruknya kebijakan untuk melindungi hutan di Pidie.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...