Unduh Aplikasi

Salah Gunakan Visa, Lima WNA Ditangkap di Lokasi Tambang Emas Aceh Barat

Salah Gunakan Visa, Lima WNA Ditangkap di Lokasi Tambang Emas Aceh Barat

ACEH BARAT - Kantor Imigrasi Kelas II B Meulaboh mengamankan lima warga negara asing (WNA) di lokasi penambangan emas Desa Tutut, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.

Lima WNA yang ditangkap tersebut empat diantarannya warga negara Tiongkok bernama Fulimin, Zhang Weixin, Fu Senqi, dan Tang Xu, serta satu merupakan warga negara Malaysia, Choi Sau Cheng.

Kepala Kantor Imigrasi Meulaboh, Ian F Markos, mengaku WNA tersebu ditangkap di Desa Tutut pada Rabu, (2/11) saat sedang melakukan aktivitas perakitan kapal yang akan digunakan untuk penambangan emas.

“Mereka kita tangkap karena diduga menyalahgunakan visa kunjungan. Mereka kami amankan setelah kami melakukan pengawasan dan langsung mengecek di lapangan dan disana mereka sedang melakukan perakitan kapal untuk nantinya digunakan untuk penambangan emas,” kata Ian F Markos kepada wartawan, Kamis (3/11).

Dari kelima warga yang ditangkap tersebut, kata dia, tiga diantaranya saat kedatangan ke Indonesia menggunakan visa kunjungan, satu warga menggunakan visa pindex P211, sedangkan warga negara Malaysia menggunakan visa bebas kunjungan.

Lima warga Negara asing tersebut, kata dia, sudah lama diawasi oleh petugas pengawasan orang asing, kantor Imigrasi Kelas II B Meulaboh, namun baru berhasil diamankan kemarin, setelah beberapa kali orang asing tersebut menghilang saat dilakukan pemantauan.

Berhasilnya ke lima warga asing itu ke Aceh Barat, tepatnya di lokasi tambang emas, yang berada di Desa Tutut, Kecamatan Sungai Mas, Markos menduga adanya penjamin dari perusahaan tambang Koperasi Putra Putri Aceh (KPPA) serta PT. Rezeki Sungai Mas.

“Dan tentunya kita sudah lakukan pengawasan sejak Februari 2016 lalu dan berhasil mengamankan tiga orang, dan ini tentunya ada kaitan dengan yang sebelumnya dan kejadian ini terus diulang- ulang,” kata dia.

Sering terjadinya masuknya orang asing ke Aceh Barat dengan penyalahgunaan visa kunjungan, kantor Keimigrasian setempat terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat.

Kelima WNA itu, dijerat dengan pasal 122 huruf A, Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang menyebutkan setiap orang asing yang menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal yang diberikan kepadanya dikenakan sanksi maksimal hukuman penjara lima tahun dan denda 500 juta rupiah.

Komentar

Loading...