Unduh Aplikasi

Saksi Sebut Irwandi Yusuf Minta Rp 25 Juta untuk Steffy Burase

Saksi Sebut Irwandi Yusuf Minta Rp 25 Juta untuk Steffy Burase
Steffy Burase saat jumpa pers di Banda Aceh, Sabtu (11/8) Foto: AJNN.NET / Fauzul Husni

JAKARTA - Fenny Steffy Burase diduga pernah meminta uang Rp 25 juta kepada Kepala Dinas PUPR Aceh, Fajri. Dalam kesaksiannya di persidangan, Fajri mengaku uang itu digunakan perempuan yang disebut pernah menikah siri dengan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf tersebut untuk biaya makan saat studi banding ke Jepang.

"Saya bantu saja Rp 25 juta, karena pada saat di Jepang mereka enggak punya uang lagi, untuk makan enggak ada uang," kata Fajri saat bersaksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/1).

Fajri mengaku juga sempat dihubungi Irwandi agar membantu keuangan Steffy di Jepang. Penuntut umum KPK lalu membacakan keterangan tersebut yang tertera dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"Saya pernah diperintah gubernur melalui telepon untuk mengirimkan uang ke Steffy Burase dalam rangka berangkat ke Jepang. Saudara pernah dihubungi?" tanya Jaksa KPK ke Fajri membacakan BAP.

"Ya, pernah. Dia bilang untuk bantu karena mereka di ATM sudah habis. Karena menyangkut makan, kami bantu," ujar Fajri.

Baca: Darwati Minta Simpatisan Irwandi Tidak Menyebar Informasi Hoaks

Fajri menegaskan uang yang diberikan kepada Steffy merupakan uang pribadi, bukan berasal dari Pemkab Aceh. Uang itu diberikan saat Fajri masih memangku jabatan di Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Aceh.

Di kasus ini, Irwandi terjerat dua perkara berbeda, yaitu dugaan suap terkait Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) serta dugaan penerimaan gratifikasi terkait kasus pembangunan dermaga Sabang.

Suap diduga diberikan agar Irwandi menyetujui usulan Ahmadi mengenai proyek di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang berasal dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018.

Uang diberikan melalui stafnya bernama Muyasir dan sejumlah perantara, yakni Hendri Yusal dan orang kepercayaan Irwandi, Teuku Saiful Bahri. Ahmadi menyerahkan uang secara bertahap yakni Rp 120 juta, Rp 430 juta, dan Rp 500 juta.

Uang itu diduga sebagian digunakan untuk membeli medali Aceh Maraton senilai Rp 190 juta dan untuk pembelian jersi senilai Rp 173.775.000. Jaksa KPK menyebutkan adanya uang untuk Steffy.
Disinggung mengenai keterkaitan studi banding Steffy dengan penyelenggaraan Aceh Maraton, Fajri mengaku tak mengetahuinya. Mengingat, Steffy merupakan staf khusus Irwandi dalam penyelenggaraan Aceh Maraton.

"Kegiatan tidak disampaikan. Menurut saya studi banding," kata Fajri.

Sementara dari kasus gratifikasi, Irwandi didakwa menerima uang Rp 32,7 miliar dari proyek pembangunan dermaga Sabang. Bersama Irwandi, KPK juga menetapkan seorang swasta bernama Izil Azhar juga dalam perkara penerimaan gratifikasi itu.

Komentar

Loading...