Unduh Aplikasi

Sakit Hati Ditolak Berhubungan Badan, Pemuda di Nagan Raya Sebar Foto Syur Pacar

Sakit Hati Ditolak Berhubungan Badan, Pemuda di Nagan Raya Sebar Foto Syur Pacar

NAGAN RAYA - AM (22), warga Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, terancam hukuman enam tahun penjara. Pasalnya warga Desa Ie Beudoh ini dilaporkan oleh DR (17), yang merupakan kekasinya sendiri. DR melaporkan AM pada 26 Juni 2020 lalu ke Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya atas kasus penyebaran konten porno terhadap foto syur miliknya dengan nomor LP-B/30/VI/RES.7.4./2020.

Berdasarkan keterangan kepada pihak kepolisian, pelaku menyebar foto bugil milik kekasihnya DR karena sakit hati ditolak berhubungan badan kedua kalinya. Atas kasus tersebut, hingga saat ini polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi dan termasuk satu orang saksi ahli.

Kepala Polres Nagan Raya, Ajun Komisaris Besar Polisi Risno melalui kepala Satuan Reserse Dan Kriminal, Ajun Komisaris Polisi Fadhillah Aditya Pratama SIK mengatakan, kasus penyebaran foto bugil milik DR itu bermula dari foto yang dikirimkan oleh korban kepada pelaku

“Pelaku dan korban memiliki hubungan pacaran. Beberapa lama pacaran memaksa korban berhubungan badan. Karena tidak mau lalu pelaku merayu dan berjanji menikahinya, dan korban memenuhi berhubungan badan dengan pelaku,” kata Kasatreskrim.

Lalu, kata dia, berselang beberapa lama, pelaku meminta DR mengirimkan foto setengah bugil dan bugil kepada pelaku. Saat itu, korban terpaksa memenuhi permintaan pelaku karena korban diancam akan dilaporkan kepada orang tuanya jika mereka pernah berhubungan badan.

Atas ancaman itu, kata dia, mau tidak mau korban memenuhi permintaan pelaku. Korban pun mengirimkan foto buginya melalui pesan messenger.

“Pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2020, sekira pukul 20.39 WIB, terlapor menyebarkan foto yang mengandung konten pornografi milik korban di media sosial dan kepada orang yang dikenal oleh korban,” kata dia.

Dikatakan Fadhillah, terlapor menyebarluaskan foto korban tersebut melalui media sosial dengan menggunakan empat akun media sosial di antaranya tiga akun facebook dan satu akun Instagram.

“Keempat akun tersebut adalah milik terlapor atau yang sedang dalam penguasaannya," ungkapnya.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...