Unduh Aplikasi

Sahara: Selama Ilegal Logging Merajalela, Bencana Akan Selalu Mengintai

Sahara: Selama Ilegal Logging Merajalela, Bencana Akan Selalu Mengintai
Banjir yang melanda kawasan Aceh Utara beberapa waktu lalu. Foto: Ist

ACEH UTARA - Terkait rutinnya bencana banjir luapan sungai yang melanda Kabupaten Aceh Utara, menjadi perhatian serius banyak kalangan. Salah satunya disuarakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahara Aceh.

"Faktor utama banjir di Aceh Utara ya karena kerusakan hutan yang masif terjadi baik di Aceh Utara maupun kabupaten berdekatan lainnya seperti Bener Meuriah dan Aceh Timur," ujar Dahlan M.Isa selaku Direktur Sahara saat diwawancarai AJNN, Senin, (29/1).

Baca: Banjir di Aceh Utara, 1.259 Jiwa Mengungsi

Kerusakan hutan yang dimaksud, kata Dahlan, disebabkan oleh praktik ilegal logging (pembalakan liar) maupun yang bersifat legal logging ( pembalakan oleh korporasi).

"Praktik pembalakan hutan masih marak terjadi, tapi perhatian pemerintah daerah masih sangat minim. pengungkapan kasusnya juga belum begitu signifikan," ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, kerusakan hutan di Aceh Utara saat ini sudah pada kondisi mengkhawatirkan. Banyak hulu sungai di kawasan hutan yang bermuara ke berbagai sungai besar di Aceh Utara seperti Jambo Aye, Keuretoe, dan Pase.

"Kalau tidak ada lagi pohon yang berfungsi sebagai kawasan serapan dan penyangga, maka air bah dari hulu sungai akan langsung mengalir deras ke hilir tanpa terbendung. Sedangkan DAS yang ada tidak sanggup menampung debit air yang deras dan tinggi. Kalau sudah seperti itu, maka banjir luapan sungai sulit dielakkan," ulasnya.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) merilis kerusakan hutan di Aceh sepanjang tahun 2017 yang mencapai 17.333 Hektare (Ha). Dari angka tersebut Aceh Utara jadi kabupaten nomor satu penyumbang kerusakan hutan seluas 2.348 hektar.

Baru-baru ini tim gabungan Kepolisian Daerah Aceh dan Polres Aceh Utara juga mengungkap kasus pembalakan liar di pedalaman Langkahan dan Lhoksukon. Dari tiga orang yang diamankan, satu diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Komentar

Loading...