Unduh Aplikasi

PEMBERHENTIAN PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN PIDIE

Saham Milik PT Samana Citra Agung Diharapkan Bisa Dilepas

Saham Milik PT Samana Citra Agung Diharapkan Bisa Dilepas
Surat penundaan pembangunan proyek pembangunan semen Indonesia Aceh. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Provinsi Aceh, M Adli Abdullah mengharapkan agar PT Samana Citra Agung mau melepaskan semua saham ke PT Semen Indonesia.

Untuk diketahui, dalam pembangunan proyek pabrik Semen Indonesia Aceh, di Kecamatan Laweung, Pidie. Seluruh lahan merupakan milik PT Samana Citra Agung. Proyek tersebut terpaksa dihentikan sementara oleh PT Semen Indonesia, alasannya karena masih adanya konflik lahan yang belum selesai.

Sebelumnya, PT Semen Indonesia Aceh menghentikan sementara proyek pembangunan Pabrik Semen Indonesia Aceh. Pemberhentian itu sesuai dengan surat pemberitahuan yang dikirimkan PT Semen Indonesia kepada Pengurus Forum Musyawarah Gampong (FMG) Kemukiman Laweung-Kecamatan Muara Tiga.

Dalam surat itu dijelaskan bahwa sesuai dengan surat rekomendasi yang disampaikan oleh panitia pelaksana duek pakat untuk penyamaan persepsi FMG antar gampong Kemukiman Laweung, Kecamatan Muara Tiga tahun 2017, tertanggal 30 September 2017 tentang rekomendasi.

"Dengan pelepasan ini, maka saham kepemilikan PT Semen Indonesia Aceh juga dimiliki oleh Pemerintah Aceh, Pemerintah Pidie, dan masyarakat Pidie terutama masyarakat sekitar pabrik semen," kata Adli Abdullah kepada AJNN, Minggu (15/10).

Baca: Badan Investasi Aceh Belum Terima Laporan dari Pemkab Pidie

Menurutnya dengan struktur kepemilikan saham Pemerintah Aceh dua persen, Pemkab Pidie dua persen dan masyarakat satu persen. Dengan demikian Pemerintah Aceh dan Pidie serta masyarakat dapat turut serta dalam setiap pengambilan keputusan manajeman PT Semen Indoensia Aceh (SIA).

"Jika pengalihan saham PT Samana Citra Agung ini tidak dilakukan, saya mengkhawatirkan keberlanjutan investasi PT Semen Indonesia di Laweung ini berhenti," katanya.

Selain itu, Adli Abdullah mendesak Gubernur Aceh Irwandi Yusuf agar segera mengundang Direksi PT Semen Indonesia guna mencari jalan keluar permasalahan yang menghambat berjalannya investasi PT SIA. Karena dikhawatirkan jika ini terhenti, maka Aceh akan mengalami kerugian bukan saja dari aspek ekonomi tapi juga aspek psikologis investor yang akan menanamkan modalnya di Aceh.

"Jadi ini tidak saja berdampk pada aspek kerugian ekonomi tapi juga aspek psikologis, investor tidak akan percaya dan takut menanamkan modalnya di Aceh," jelasnya.

Jadi, ia mengingatkan kepada pemerintah untuk bisa menjaga seluruh investor yang sudah menanamkan modal di Aceh. Jangan sampai apa yang sudah berjalan ini hilang akibat tidak dijaga dengan baik.

"Bagaimana mau meyakinkan investor untuk berinvestasi di Aceh kalau yang sudah ada dan sudah berproses saja tidak bisa dijaga dengan memastikan hambatan investasi termasuk lahan dapat dipastikan tidak masalah oleh Pemerintah Aceh," katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh AJNN, nilai investasi untuk membangun Pabrik Semen Indonesia Aceh itu mencapai Rp 5.8 triliun. Diperkirakan pabrik tersebut akan berjalan selama 200 tahun. Sementara saham PT Samana Citra Agung sebesar 20 persen atau setara dengan Rp 357 miliar. Dengan dikurangi beberapa kewajiban yang sementara diambil alih PT Semen Indonesia, salah satunya pembuatan jalan, sehingga saham akhir PT Samana Citra Agung diperkirakan tinggal 12 persen.

Komentar

Loading...