Unduh Aplikasi

Safaruddin: PNA Tak Punya Kapasitas Jawab Somasi YARA

Safaruddin: PNA Tak Punya Kapasitas Jawab Somasi YARA
Ketua YARA Safaruddin

BANDA ACEH - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin menilai tanggapan Partai Nanggroe Aceh (PNA) atas Somasi YARA adalah bentuk arogansi dan sikap menghalang-halangi peran serta masyarakat dalam mengawasi penyeleggaraan pemerintahan, dimana pengawasan masyarakat diatur dan dilindungi oleh undang-undang.

Baca: PNA: Somasi YARA Tak Memiliki Dasar Hukum

Menurutnya, PNA tidak punya kapasitas untuk menjawab somasi YARA yang ditujukan kepada Tim Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Aceh atau Tim Seleksi Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA).

"Yang berhak menjawab somasi YARA adalah Pemerintah Aceh. Karena YARA mensomasi Tim Yang dibentuk atau di-SK-kan resmi oleh Pemerintah Aceh," kata Safar.

Baca: Terlibat Pengurus Parpol, YARA Somasi Ketua Tim Seleksi SKPA

Safar menyebutkan, sikap PNA telah mengambil alih fungsi Kehumasan Pemerintah Aceh, ini seakan menegaskan bahwa Gubernur Aceh bekerja bukan untuk rakyat Aceh tapi untuk PNA.

YARA menganjurkan kepada Juli Fuady selaku pengurus PNA untuk fokus pada proses verifikasi partai yang sedang berlangsung.

"Tidak perlu mengurus masalah pemerintahan kecuali dirinya bagian dari tim Pemerintah Aceh dan pun tidak bisa mengatasnamakan PNA karna kami tidak pernah mensomasi PNA," sebutnya.

Safar menilai jawaban PNA untuk YARA akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap PNA, seakan rentan dengan kritikan ketika berkuasa.

"Kami sebagai lembaga yang memberikan advokasi hukum berkewajiban mengingatkan pemerintah agar taat hukum, dan yang kami sampaikan adalah untuk pemerintah taat pada aturan perundangan," jelas Safaruddin.

Kata dia, YARA dalam melakukan kontrol sosial terhadap pemerintah tidak bermanuver secara politik, YARA bersahabat dengan semua kalangan dan partai politik termasuk PNA. Langkag PNA menanggapi somasi YARA kepada Pemerintah Aceh sebagai langkah membenturkan PNA dengan YARA.

"Kami minta kepada pimpinan PNA agar menertibkan kadernya agar tidak melakukan manuver politik yang dapat memecah belah dan menebar permusuhan," pinta Safaruddin.

Komentar

Loading...