Unduh Aplikasi

Sadikul Akbar Belum Ditemukan, Ibunya Siang-Malam Menunggu di Bibir Pantai

Sadikul Akbar Belum Ditemukan, Ibunya Siang-Malam Menunggu di Bibir Pantai
Zainabon (Jelbab warna krem) menanti Sadikul Akbar. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - “Lima hari lima malam kami menanti,” kalimat itu keluar dari mulut Zainabon, wanita paruh baya saat duduk di samping tenda penuh harap menunggu Sadikul Akbar (16), remaja yang hilang tergulung ombak di Pantai Ujong Bate, Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Mengenakan hijab berwarna kream dan baju merah, janda enam orang anak itu menceritakan kisahnya menanti putra bungsu dari hari pertama hanyut dalam lautan hingga hari ini, Sabtu (30/11).

Sembari menatap ke lautan luas, Zainabon menyebutkan, sebelum Sadikul Akbar hilang terseret arus gelombang tinggi. Beberapa waktu lalu, siswa Kelas I SMAN 5 Lhokseumawe itu sering murung dan saat pulang sekolah setelah makan langsung tidur. Sementara, sikapnya sudah tidak seperti hari-hari biasa.

“Tidak ada tanda-tanda signifikan, hanya perbedaannya anak saya lebih sering tidur saja di rumah,” katanya kepada AJNN, saat menjumpainya di pesisir Pantai lokasi kehilangan remaja tersebut.

Matanya berkaca-kaca, dan kembali melanjutkan ceritanya. Sudah lima hari lima malam, ia menanti di pinggir pantai itu. Makan dan minum terkadang dihantar oleh kerabat dan warga sekitar tersebut. Kalau malam tidur di tenda yang sudah disediakan oleh petugas pencarian. Wanita itu hanya ditemani oleh anak dan kerabatnya, sementara suami (Alm) Nasruddin sudah meninggal dunia sejak lima tahun lalu.

“Selama ini setiap malam, selalu ada warga yang datang untuk tahlilaln disini. Kamoe meharap aneuk kamoe beu meurumpok, walapun hanya jenazah (kami berharap anak kami tetap ketemu, meskipun hanya jenazah),” ujarnya didampingi kerabat.

Di bawah terik matahari, Zainabon mengungkapkan kalau petugas gabungan akan mengakhiri pencarian besok hari, Minggu (1/12). Meskipun merasa berat, ia terpaksa menerima, meskipun dalam hati kecilnya ingin terus menanti kepulangan putra bungsunya itu.

“Jika memang sudah diakhiri pencarian, kami akan pulang dan melakukan tahlilan di rumah. Meskipun kami sangat ingin menunggunya disini,” tuturnya dengan penuh harap.

Baca: Sudah Empat Hari, Remaja Tenggelam di Lhokseumawe Belum Ditemukan

Ia juga menuturkan kalau Sadikul Akbar pernah hadir dalam mimpi temannya Aris Maulana, dan berpesan agar tidak jauh-jauh mencarinya, karena dia terjepit dalam batu sehingga tidak bisa bangun.

“Dalam mimpi kawan anak saya ini, kalau anak saya berpesan "jangan jauh-jauh kali mencari saya, karena saya terjepin dalam batu sehingga tidak bisa bangun,” begitu ucapan dalam mimpi kerabat yang ikut serta saat pertama kali mandi ke laut.

Hal lain disampaikan oleh temannya, Adam Husen. Sebelum Sadikul Akbar tenggelam, sempat berayun di ayunan kain yang diikat di batang pohon, setelah itu korban lalu mandi, setelah petama mandi, korban kembali lagi ke darat.

“Ketika mau pulang, Sadikul kembali ke laut untuk mandi, terus kami bilang jangan mandi lagi karena gelombang sangat tinggi. Kata dia, badannya sangat panas, dan mandi sebentar,” ujar temannya pada AJNN.

Saat mandi kedua ini, kemudian Sadikul meminta tolong. Pihaknya berusaha menolong saat jarak masih satu meter dari mereka. Akan tetapi korban terus terseret dibawa arus, sembari melambaikan tangan dan kepalanya juga kelihatan hingga sejauh delapan meter.

“Saat itu memang tidak kelihatan ketakutan di wajah Sadikul saat terseret, tapi dia terus meminta tolong. Kami tidak bisa menolong lagi karena jarak yang sudah sangat jauh,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Basarnas Pos Bireuen Budi mengatakan, pihaknya akan mengakhiri proses pencarian besok hari sekitar pukul 18.00 WIB. Meski demikian, pihaknya akan terus memantau keberadaannya.

“Kami akhiri sementara waktu, namun kami akan terus memantau. Jika sudah ada tanda-tanda, maka kami akan turun kembali,” tuturnya.

Komentar

Loading...