Unduh Aplikasi

SADaR Endus Aroma Tak Sedap di Dinas Dayah

SADaR Endus Aroma Tak Sedap di Dinas Dayah
Tgk Miswar Ibrahim Njong. Foto: For AJNN

BANDA ACEH - Sekretaris jenderal Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR), Tgk Miswar Ibrahim Njong, mengendus aroma tak sedap di Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Ia menduga ada permainan yang terjadi disana, terkait penyaluran dana hibah kepada dayah.

Menurutnya, total anggaran di Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk disalurkan ke dayah-dayah di Aceh berjumlah Rp 540 miliar. Dari anggaran itu, sebesar Rp 205 miliar dialihkan untuk penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Masih ada 60 persen dari total Rp 540 miliar, di dinas dayah yang masih bisa disalurkankan ke dayah-dayah. Artinya tidak semua bantuan ke dayah itu dipotong," kata Tgk Miswar kepada AJNN, Selasa (12/5).

Baca: Bungkam Soal Pemotongan Dana Dayah, Plt Gubernur Diminta Copot Kadis Dayah

Namun kendalanya, kata Tgk Miswar, pendistribusian anggaran ke dayah paska sebagian anggaran dialihkan untuk keperluan penanganan Covid-19, menjadi amburadul dan tidak jelas.

Hal ini kemudian, yang menjadi sorotan pihaknya. Dijelaskannya, setelah adanya pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19, beberapa dayah tipe A yang misalnya mendapat bantuan sebesar Rp 2 miliar, anggaranya dipangkas 50 persen menjadi Rp 1 miliar.

"Tapi yang terjadi di lapangan, kami mendapatkan fakta bahwa dayah tipe A, ada juga semua anggarannya itu dipangkas habis oleh dinas," ujarnya.

Baca: Memantik Kisruh, Rp 146,8 Miliar untuk Covid-19 atau 494 Dayah?

Sementara, terdapat dayah tipe C meski adanya pengalihan anggaran, besaran bantuan yang diterimanya tak mengalami pemotongan. Harusnya, jika berbicara azas keadilan, semuanya juga mendapat pemotongan dengan persentase yang sama.

"Jangan, karena ada dayah-dayah tertentu yang dekat dengan pak kadis atau orang dinas, justru tidak dipotong," tegas Tgk Miswar.

"Sampai dengan hari ini, bantuan ke dayah masih ada, walaupun sebagian anggaran dialihkan. Tapi bantuan ke dayah tetap disalurkan. Hanya saja saat ini penyalurannya tidak adil dan tumpang tindih," pungkasnya.

Penelusuran AJNN di halaman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, alokasi anggaran swakelola dimana mayoritas kegiatannya pembangunan dan pengembangan sarana prasarana dayah berjumlah Rp 372 miliar. Sementara, dana hibah yang akan direalokasi jumlahnya sebesar Rp 146 miliar. Jika di persentase, dana swakelola di Dinas Pendidikan Dayah Aceh, masih tersisa diatas 60 persen.

Komentar

Loading...