Unduh Aplikasi

Rutan Kajhu Digeledah, Petugas Temukan Dua Senjata AK 47

Rutan Kajhu Digeledah, Petugas Temukan Dua Senjata AK 47
Dua senjata jenis AK 47 yang ditemukan dalam Rutan Kajhu. Foto: Tommy
BANDA ACEH - Petugas Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh melakukan inpeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Tahanan (Rutan) klas II B Kajhu, Aceh Besar, Selasa (8/3) sekitar pukul 20.30 WIB.

Sidak yang melibatkan 150 personil dari rutan dan cabang rutan di Banda Aceh dan Aceh Besar dipimpin langsung oleh kepala Kanwil Kemenkumham Aceh. Tiba dilokasi petugas mengeledah setiap kamar, dan memeriksa seluruh isi kamar mulai dari tempat tidur, lemari, tas yang ada di dalam kamar.

Kakanwil Kemenkumham Aceh Suwandi menyebutkan sidak yang dilakukan ini merupakan perintah Presiden Jokowi serta Menteri Hukum dan HAM untuk memerangi narkoba terutama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rutan.

"Jadi ini salah satu langkah kita untuk memerangi narkoba, terutama di setiap Lapas dan Rutan di Aceh," katanya.

Dalam pengeledahan hingga pukul 23.00 WIB tersebut, petugas menemukan sejumlah narkoba jenis ganja, alat penghisab sabu (Bong) yang disimpan oleh para penghuni di rutan, senjata tajam, dua AK 47 replika yang terbuat dari kayu dan besi, serta alat komunikasi (HP) dan bendera GAM.

"Kita menemukan dua bungkus kecil ganja kering, serta alat penghisab sabu (bong) yang ditemukan di dalam kamar para narapidana, dan sebagian barang tersebut kita sita," ujarnya.

Dikatakannya, sejumlah barang seperti narkoba yang berhasil diamankan ini merupakan barang yang berasal dari para pembesuk yang datang ke Rutan. "Didapatkannya sejumlah narkoba, ini bukti masih lemahnya pengawasan petugas terhadap para pembesuk yang datang ke Rutan," katanya.

Untuk itu, pihanya akan memerintahkan setiap Kalapas dan Karutan untuk memperketat setiap pembesuk yang masuk. "Kita belum punya alat deteksi serta sarana dan prasarana lainnya, untuk itu saya telah memerintahkan agar setiap kalapas dan karutan untuk lebih memperketat pengawasan setiap pengunjung yang datang ke Rutan maupun Lapas yang ada di Aceh," jelasnya.

Dalam sidak kali ini, pihaknya tidak menemukan adanya warga binaan yang kabur dari dalam Rutan tersebut. "Ada 443 warga binaan di Rutan, jadi malam ini semua lengkap dan tidak ada yang meninggalkan Rutan," ungkapnya.
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...