Unduh Aplikasi

Rusuh Singkil, Pengusaha Juga Harus Bertanggung Jawab

BANDA ACEH - Praktisi hukum, Syukri Rahmat SH,Mkn menyebutkan kerusuhan yang terjadi di Singkil Selasa (13/10) lalu tidak bisa hanya dilihat dari sisi agama saja, tapi faktor-faktor lainnya juga menjadi pemicu konflik itu.

"Ada faktor lain yang menjadi akar dari pemasalahan yang terjadi di Aceh Singkil, jangan hanya dilihat dari segi agama, coba dikaji dari perspektif Agrarianya," kata Syukri kepada AJNN, Kamis (22/10).

Menurut Syukri, bangunan gereja atau undung-undung tersebut dibangun atas tanah-tanah perkebunan di wilayah.

"Kemudian pertanyaan mendasarnya, bagaimana itu bisa dibangun tanpa izin dari pengusaha atau pemilik perkebunan, bisa dikatakan pekerja disana pendatang, dan akan bekerja jika ada rumah ibadah," katanya.

Kata dia, pendirian rumah ibadah tanpa izin tersebut juga tak lepas dari kepentingan pengusaha agar perkebunannya ada pekerja.

Faktor lain adalah tidak jelasnya regulasi pemerintah setempat dan terkesan melakukan pembiaran terhadap bangunan rumah-rumah ibadah tanpa izin.

"Padahal pendiran rumah ibadah sudah diatur dalam SKB menteri tapi pemerintah setempat tidak melakukan apa-apa, tentu ini ada kepetingan kepentingan tertentu, tidak mungkin pemerintah tidak tahu soal rumah ibadah tanpa izin," katanya.

Disebutkan Syukri, Pemerintah dan pengusaha harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Singkil beberapa waktu lalu.

|NAZAR AHADI

Komentar

Loading...