Unduh Aplikasi

Rustam Effendi Tolak Honor Staf Ahli Bappeda

Rustam Effendi Tolak Honor Staf Ahli Bappeda
Rustam Effendi. Foto: Ist

BANDA ACEH - Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Rustam Effendi, menolak menerima honor sebagai Tenaga ahli Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Aceh. Penolakan itu mempunyai alasan, pasalnya ia merasa tidak berhak menerima honor itu kalau karena tidak pernah dilibatkan lagi untuk bekerja sesuai tugas Staf Ahli seperti yang diamanahkan dalam SK pengangkatan.

Penolakan itu disampaikannya melalu pesan singkat ke Bagian Keuangan Bappeda Aceh Juliani, Kamis (04/01/2018). Dalam pesan singkat itu ia meminta untuk menyampaikan kepada Kepala Bappeda Aceh, Sekretaris Bappeda, semua Kabid di Bappeda Aceh, bahwa ia tidak akan mengambil lagi honor sebagai tenaga staf ahli.

“Sebelumnya saya diitunjuk sebagai pihak yang mengkoordinir tugas penyusunan Bab 1 hingga 4 untuk dokumen RPJMA tahun 2017-2022. Kami sudah menyelesaikan beberapa bab, kemudian tim baru ditunjuk dan dibentuk berdasarkan arahan gubernur baru Irwandi Yusuf," kata Rustam Efendi kepada AJNN, Minggu (6/1).

 Setelah tim baru di-SK-kan oleh Gubernur Irwandi Yusuf, Rustam mengaku tidak dilibatkan lagi, bahkan tidak ada pemberitahuan apapun kepadanya. Ia juga sempat bertanya tentang apa yang bisa dibantunya terkait penyusunan RPJMA 2017-2022 kepada Kepala Bappeda Aceh, Sekretaris Bappeda, Kepala Bidang Penyusunan Program.

"Tapi tidak ada satupun yg meresponnya. Terakhir, saat rapat dengan seluruh Tenaga Ahli Bappeda, saya menyarankan kepada Kepala Bappeda agar draft teknokratik Bab 1, 2, 3, dan 4 sebaiknya disempurnakan dulu, diedit, sebelum diserahkan kepada tim penyusunan RPJMA (tim yang baru)," jelasnya.

Menurutnya itu penting agar jangan terkesan pihak Bappeda, terutama tenaga ahlinya, tidak becus, tidak profesional dalam bekerja.

"Nah, mungkin disitu ada pihak yang tidak bisa menerimanya. Padahal, niat saya baik dan ikhlas. Jumlah honor yang tersisa mendekati hampir Rp 15 juta," ungkapnya.

Bagi dosen sepertinya, kata Rustam, jumlah tersebut sangat besar. Tapi ini sudah komitmennya bahwa tidak bisa menerima honor tersebut karena memang tidak berkontribusi nyata sebagai tenaga ahli, termasuk tidak dilibatkan lagi dalam membahas RPJMA.

"Padahal, sebelumnya saya sudah menguras energi mengkoordinir tim dalam menyusun draft teknokratik Bab 1 hingga 4 sebagai bagian substansi penting dari RPJMA 2017-2022," jelasnya.

Komentar

Loading...