Unduh Aplikasi

Rupiah melorot, investasi bisa terganggu

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengkhawatirkan pelemahan nilai tukar mata uang Garuda menembus level Rp 13.000 per dollar AS.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyadari pelemahan rupiah akan mengganggu ekspansi investasi yang eksisting.

“Bisa jadi investasi yang sedang berjalan, kemudian dia (mau) melakukan perluasan, bisa jadi menunda,” kata Franky ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Kamis (5/3/2015).

Kendati demikian, Franky menengarai untuk investasi eksisting yang berorientasi ekspor akan tetap melajutkan ekspansinya. “Karena kalaupun harus impor, (hasilnya) mereka akan ekspor lagi,” jelas Franky.

Sementara itu, untuk investasi baru, Franky yakin tidak akan banyak terpengaruh pelemahan rupiah. Para calon investor diyakini tidak akan menunda untuk membenamkan modalnya di Indonesia.

“Investasi yang masuk ke BKPM sudah mempertimbangkan banyak hal. Melemahnya rupiah dengan sebagian besar industri kita yang masih menggunakan barang modal impor, para calon investor tentu sudah bisa memperhitungkan. Mereka tidak akan menunda,” kata Franky.

Pada pembukaan pasar Kamis (5/3/2015), nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terlempar ke level terendah sejak 1998. Rupiah pagi tadi sempat bertengger di level 13.047 per dollar AS.

Di pasar spot, Kamis (5/3/2015) pukul 14.00 WIB, rupiah terhadap dollar AS melemah 0,26 persen menjadi berada di level 13.030 dibanding penutupan hari sebelumnya. Adapun kurs tengah Bank Indonesia mencatatkan rupiah melemah 0,45 persen di level 13.022.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan Kamis (5/3/2015), disinyalir karena intervensi Bank Indonesia, mata uang Garuda menguat tipis sebesar 0,5 poin menjadi 12.990 per dollar AS.

KOMPAS

Komentar

Loading...