Unduh Aplikasi

Rumah Sakit Tanpa Kemanusiaan

Rumah Sakit Tanpa Kemanusiaan
ilustrasi: WallsDesk.com

INI adalah saat yang tepat untuk menagih janji Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil. Awal September lalu, dia mengatakan pihaknya menyediakan fasilitas gratis ambulans gratis kepada warga Singkil yang dirujuk ke Banda Aceh.

Dalam sebuah wawancara dengan RRI, Edy Widodo, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, mengatakan layanan ini berlaku sejak 2014. Namun apa yang dialami oleh Syarqi, bayi berumur 1,5 bulan, tak seindah janji yang disampaikan Edy Widodo. Bocah penderita infeksi paru-paru akut (Broncophenemonia+GE) gagal dirujuk lantaran orang tuanya tak mampu membayar ambulans yang diminta oleh pengelola rumah sakit.

Dua pekan sudah Syarqi terbaring di rumah sakit setempat meski dirinya dinyatakan oleh dokter harus menjalani perawatan lebih intensif di rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih baik. Saat ini, kondisi kesehatan Syarqi terus menurun. Terlalu banyak cairan di paru-parunya. Hal ini membuat Syarqi susah bernafas sehingga tubuhnya membiru.

Sikap pengelola RSUD Aceh Singkil yang meminta ongkos ambulans kepada keluarga miskin ini sangat tidak manusiawi. Mereka menganggap nyawa Syarqi hanya seharga sewa mobil dari Singkil ke Banda Aceh.

Kasus ini menjadi bukti bahwa sejak lama tak ada rasa kemanusiaan di rumah sakit di Aceh. Semua hanya diukur dengan uang. Tak ada hospitality, yang ada hanya uang...uang..uang. Siapa membayar, dia yang dilayani. Padahal rumah sakit adalah tempat yang meletakkan nilai-nilai kemanusiaan di atas segalanya. 

Syarqi akhirnya mendapatkan bantuan dari sebuah lembaga nirlaba dan dibawa ke rumah sakit rujukan. Namun Edy Widodo harus tahu kejadian ini dan meminta pertanggungjawaban kepala rumah sakit hingga sopir ambulans di rumah sakit itu atas insiden ini. Edy tak boleh membiarkan orang-orang yang tak memiliki rasa kemanusiaan menjadi pelayan publik. Apalagi bertugas di rumah sakit.

Komentar

Loading...