Unduh Aplikasi

Rumah Ibadah di Meulaboh Dijaga Ketat

MEULABOH - Meski keadaan di Kabupaten Singkil dinyatakan sudah kondusif pasca kerusuhan, namun jajaran Polres Aceh Barat tetap melakukan pengamanan di rumah-rumah ibadah non-muslim yang ada di Kabupaten Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho SIK, Kamis (15/10) mengatakan pengamanan dilakukan oleh Polisi dan dibantu oleh pihak TNI.

“Ada empat rumah ibadah yang kita lakukan pengamanan, dengan menurunkan tiga puluh empat personil dan di back up oleh Kodim yang memperbantukan 10 personil,” kata Teguh.

Meskipun begitu, menurut Teguh sejauh ini tidak ada ancaman gangguan keamanan di kawasan itu. Pengamanan rumah ibadah hanya dilakukan sebagai uapaya antisipasi.

Teguh menambahkan, selain penjagaan rumah ibadah pihaknya juga terus melakukan upaya patroli rutin. 

Ia menghimbau masyarakat Aceh Barat untuk dapat saling menghargai agar tidak terjadinya konflik SARA.

Sementara itu Pendeta Gereja Methodist Indonesia, Meulaboh, Megi Bangun, mengapresiasi tindakan kepolisian dan TNI yang menurunkan puluhan personil untuk menjaga rumah ibadah yang ada di Meulaboh pasca kerusuhan Singkil.

Ia juga kagum dengan sikap masyarakat Aceh Barat yang selama ini sangat rukun hidup berdampingan dengan umat non muslim.

“Untuk jemaat setiap hari Minggu yang menjalankan kebaktian di gereja ini ada sekitar 90 orang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Megi Bangun juga berharap masyarakat Singkil baik muslim maupun non muslim bisa kembali berdamai agar konflik SARA tidak berlanjut di sana.

| DARMANSYAH MUDA

Komentar

Loading...