Unduh Aplikasi

RTK: Masyarakat Cukup Sadar Covid-19 Ancaman Berbahaya

RTK: Masyarakat Cukup Sadar Covid-19 Ancaman Berbahaya
Muh Taufiq Arif

BANDA ACEH - Roda Tiga Konsultan (RTK) merilis hasil survei mereka terkait pandangan masyarakat terhadap wabah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hasilnya, sebagaian besar masyarakat cukup sadar bahwa Covid-19 merupakan ancaman yang berbahaya.

Direktur Riset RTK, Muh Taufiq Arif menjelaskan survei dilakukan dengan menghubungi responden melalui telepon (by phone survey). Survei telepon dipilih karena merupakan cara yang paling memungkinkan untuk dilakukan di tengah kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dengan mempertimbangkan aspek metodologis secara seksama.

Responden dipilih berdasarkan bank data nomer kontak responden yang pernah diwawancarai dalam survei-survei sebelumnya, yaitu sejumlah 10.456 data. Bank data ini merupakan hasil dari stratified random sampling pada survei skala nasional maupun Provinsi dan Kabupaten/kota yang telah dilakukan oleh RTK sebelumnya.

"Dari bank data tersebut diambil secara stratified random sampling sebanyak 1200 responden dengan margin of error 2.89 persen dan confidence level pada 95 persen. Survei dilakukan pada tanggal 7 sampai dengan 17 Mei 2020," kata Muh Taufiq kepada AJNN, Selasa (19/5).

Dilanjutkannya, hasil survei menunjukkan, bahwa hampir semua responden (98,9 persen) telah mengetahui tentang Covid-19 dan hampir semua menganggap bahwa Covid-19 berbahaya atau sangat berbahaya (94.8 persen). Sedangkan yang mengatakan tidak berbahaya dan tidak berbahaya sama sekali hanya 4.1 persen.

"Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cukup sadar bahwa Covid-19 merupakan ancaman yang berbahaya," sebut Taufik.

Selanjutnya, responden ditanyakan terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Hampir semua responden tahu dengan kebijakan PSBB, lebih dari separuh mengakatakan PSBB sudah tepat (51.4 persen), bahkan 35,5 persen mengatakan kebijakan PSBB masih kurang tegas.

"Aspirasinya mengarah kepada kebijakan lockdown atau karantina wilayah. Kemudian, hanya 9.9 persen responden yang mengatakan tidak perlu ada kebijakan PSBB," terangnya.

Lebih lanjut, responden ditanyakan mengenai kebijakan larangan mudik lebaran, bersekolah dari rumah dan larangan beribadah berjamaah di rumah ibadah selama pandemi Covid-19. Hampir semua responden setuju tentang kebijakan larangan mudik lebaran (82,7 persen), begitu juga dengan kebijakan sekolah dari rumah (80.9 persen).

Demikian pula, sekitar dua per tiga responden (66,5 persen) juga mendukung kebijakan larangan beribadah berjamaah di rumah ibadah selama pandemi Covid-19. Walaupun untuk kebijakan yang terakhir ini, resistensinya cukup signifikan yaitu hampir sepertiga dari responden (31.5 persen).[]

Komentar

Loading...