Unduh Aplikasi

RSUD Tolak Keluarkan Keterangan Kematian Napi Rutan Singkil

RSUD Tolak Keluarkan Keterangan Kematian Napi Rutan Singkil

ACEH SINGKIL - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil menolak permintaan Rumah Tahanan  Singkil untuk mengeluarkan surat keterangan  kematian  narapidana atas nama Mulyadi alias Adi Buton. Alasanya karena napi tersebut tidak meninggal di Rumah Sakit.

Dokter jaga di RSUD  Yuni saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan pihaknya tak mau mengelurakan surat yang diminta pihak rutan lantaran Napi tersebut telah meninggal sebelum sampai ke rumah sakit, sehingga pihaknya tak berhak mengelurkan keterangan kematian sebagaimana permintaan pihak rutan.

"Saat tiba di sini dia sudah meninggal, tangan dan kakinya sudah diikat dan sudah ditutup dengan kain, jadi kami tidak bisa keluarkan surat keterangan kematian. Kami tidak tau meninggalnya jam berapa, di puskesmas atau di rutan kami juga gak tau," kata Yuni.

Penolakan  RSUD dalam mengeluarkan surat keterangan kematian itu pun sempat menimbulkan perdebatan antara petugas jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan petugas rutan yang ngotot meminta  pihak RS mengeluarkan surat keterangan itu sebelum Jenazah Mulyadi diberangkatkan ke rumah duka di Sibolga Sumatra Utara. Namun mereka tetap kekeh tak mau memenuhi permintaan petugas rutan.

"Tidak bisa, kami nanti salah kalau kami yang mengeluarkanya," kata seorang dokter lain.

Saat ditanya  apa sebenarnya  yang menjadi penyebab kematian Mulyadi, Yuni mengatakan untuk mengetahui penyebab pastinya harus ada visum. Visum dilakukan jika ada permintaan dari aparat berwenang. Karena tidak ada permintaan itu pihaknya pun tidak melakukan tindakan tersebut.

"Penyebabnya diketahui dari hasil visum, kami tidak menerima  permintaan dilakukan visum, sehingga kami tidak melakukannya" ujarnya.

Pihak rutan sendiri akhirnya memutuskan memberangkatkan jenazah tersebut ke rumah duka tanpa surat keterangan kematian baik dari RSUD dari maupun dari Puskesmas Singkil Utara.

Komentar

Loading...