Unduh Aplikasi

RSU Nagan Raya Kelabui Keluarga Pasien

RSU Nagan Raya Kelabui Keluarga Pasien
ilustrasi
NAGAN RAYA - Pengelola Rumah Sakit Umum Nagan Raya diduga kerap mengelabui keluarga pasien yang hendak meminta fasilitas ambulan untuk keperluan pasien. keluarga pasien yang meninggal dunia di rumah sakit itu, mengaku dipalak pihak rumah sakit.

Pengelola rumah sakit meminta keluarga pasien membayar Rp 5 juta untuk membawa pulang jenazah Herman ke Aceh Tamiang. “Mereka beralasan pemerintah daerah dan BPJS tidak menganggarkan dana untuk ambulan,” kata Hendra kepada AJNN, Kamis (28/4).

Rumah sakit juga menelantarkan jasad Herman, yang meninggal rabu pagi hari, sekitar pukul 07.00 WIB, dan baru memberikan kepastian tujuh jam kemudian setelah keluarga meminta bantuan kepada sejumlah pihak, termasuk media massa.

Karena tak memiliki uang sebanyak itu, keluarga mencoba menawar harga yang mereka anggap terlalu mahal itu. Rumah sakit dan keluarga pasien menyepakati angka Rp 2 juta sebagai ongkos mengantar jenazah ke Aceh Tamiang.

“Kami tak tahu harus bagaimana lagi. Jenazah sudah lama berada di rumah sakit. Setelah kami pinjam-pinjam, akhirnya dapatlah uang itu,” kata keluarga pasien sambil berpesan agar AJNN tak menuliskan namanya.

Kepala Tata Usaha RSU Nagan Raya, Cut Aman, membenarkan kejadian tersebut. Hal itu terjadi, kata dia, karena miskomunikasi, sehingga terjadi pengutipan biaya tersebut.

“Mekanismenya, uang pasien yang dipakai akan dikembalikan nanti. Pihak rumah sakit yang mengembalikan, sementara ditanggulangi dulu oleh keluarga,” kata Cut Aman. Menurut dia, biaya ambulan ditanggung oleh Pemerintah Aceh.

Salah satu sopir ambulan di rumah sakit tersebut mengaku mengatakan kejadian seperti ini berulang kali terjadi. Anehnya, hingga saat ini, dia tak mengetahui ketentuan yang menyebut biaya ambulan di tanggung oleh pemerintah. Akibatnya, sopir sering meminta biaya tersebut ke keluarga pasien.

“Kami terpaksa meminta karena selama ini tidak jelas siapa yang menanggung operasional kendaraan dan jasa sopir,” seorang sopir yang tak mau disebutkan namanya.
Pihak BPJS Kesehatan Nagan Raya yang ditanyai tentang hal ini membenarkan pihaknya tidak menanggung biaya sewa ambulan.

Komentar

Loading...