Unduh Aplikasi

Rokok Ilegal yang Diamankan di Aceh Timur Bernilai Rp 10 Miliar

Rokok Ilegal yang Diamankan di Aceh Timur Bernilai Rp 10 Miliar
Rokok ilegal yang diamankan di periaran Aceh Timur. Foto: Ist

ACEH TIMUR - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengatakan, total rokok ilegal yang diamankan dari sebuah boat tanpa awak di perairan Aceh Timur jumlahnya mencapai 10,2 juta batang.

"Kalau nilai uang diperkirakan mencapai Rp 10,3 miliar," kata Isnu Irwantoro dalam keterangan tertulisnya seperti diterima AJNN, Selasa (14/4).

Baca : Boat Bermuatan Rokok Ilegal Ditangkap di Perairan Aceh Timur

Isnu menjelaskan, penggagalan penyelundupan rokok ilegal tersebut dilakukan oleh tim yang sedang berpatroli menggempur rokok ilegal sehubungan dengan merebaknya virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Bea Cukai, kata dia, terus berupaya bersinergi untuk menggempur peredaran rokok ilegal. Sinergi gempur rokok ilegal itu diwujudkan oleh Bea Cukai Kanwil Aceh, Kuala Langsa, serta Kanwil Kepulauan Riau (Kepri) dan berhasil mengagalkan upaya penyelundupan rokok impor ilegal (tidak dilekati pita cukai/polos) yang diduga asal Thailand sebanyak 10,2 juta batang pada hari Ahad (12/04) di Perairan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

"Akibat penyelundupan rokok merek Luffman itu berpotensi kerugian negara dari sektor perpajakan mencapai Rp 11.346.225.000," terang Isnu.

Kata Isnu, kapal dengan nama lambung KM Milenium GT 25 berbendera Indonesia itu ditangkap sekitar 55 mil dari pantai Peureulak, Aceh Timur.

Saat dilakukan pemeriksaan tidak diemukan nakhoda, maupun anak buah kapal (ABK) dan dokumen terkait kepabeanan di boat tersebut.

Dalam waktu yang bersamaan, kata Isnu, Tim Satgas BC 60001 dengan menggunakan sea rider juga telah melakukan pencarian terhadap nakhoda dan ABK kapal kayu tersebut.

"Namun sekitar 1 jam pencarian, nakhoda dan ABK tidak ditemukan di sekitar lokasi. Namun dengan pertimbangan keselamatan muatan KM. Milenium yang sudah miring ke kiri akibat kelebihan muatan maka sebagian muatannya dipindahkan ke Kapal Patroli BC 60001," ungkapnya.

Isnu menambahkan, selanjutnya KM. Milenium dan muatannya ditarik menuju Pelabuhan Kuala Langsa untuk diserahterimakan ke Bea Cukai Kuala Langsa dan Bea Cukai Kanwil Aceh untuk pemeriksaan, penelitian, pendalaman serta proses lebih lanjut.

Komentar

Loading...