Unduh Aplikasi

KECAM WARTAWATI RMOL LAMPUNG DIPERMALUKAN GUBERNUR

RMOL Lampung: Kini, Kami Merasa tak Sendirian

RMOL Lampung: Kini, Kami Merasa tak Sendirian
Herman BM bersama deklator JMSI, Teguh Santosa (kiri). Foto: Ist

BANDA ACEH - Baru-baru ini kebebasan pers di Indonesia, kembali dicederai dengan tindakan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, yang menegur seorang wartawati kantor berita RMOL Lampung, di depan umum atas sesuatu yang tidak dilakukannya. Hal ini jelas membuat wartawarti merasa dipermalukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Mahmud Marhaba, secara langsung merespon tindakan tidak terpuji pejabat publik tersebut. Ia menyesalkan tindakan itu, menurutnya ada langkah-langkah sesuai aturan yang dapat ditempuh, jika memang Arinal merasa ada pemberitaan yang tidak sesuai.

Mirisnya, dalam teguran salah alamat itu, Arinal membawa-bawa urusan pakaian dan keyakinan sang wartawati, Tuti Nurkhomariyah. Bahkan seseorang dalam ruangan, meminta Tuti meminta maaf atas kesalahan yang tidak dilakukannya, demi menghentikan persoalan.

“Ada aturan yang jelas apabila seseorang merasa dirugikan oleh sebuah pemberitaan. Bukan dengan marah-marah di depan umum, mempermalukan wartawan. Apalagi sampai membawa-bawa urusan agama,” ujar Mahmud Marhaba, Selasa malam (3/3).

Terkait aksi solidaritas itu, pimpinan redaksi RMOL Lampung, Herman BM, megatakan ia mewakili keluarga besar RMOL Lampung mengucapkan terimakasih atas dukungan luar biasa rekan jurnalis di Lampung maupun di berbagai provinsi lain atas peristiwa yang dialami reporternya.

Baca: JMSI Sesalkan Tindakan Gubernur Lampung Permalukan Wartawati

Rasa terimakasih ini ia sampaikan kepada JMSI, Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Lampung, Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Lampung, dan berbagai media siber di Lampung dan berbagai provinsi lainnya yang ikut berempati terhadap apa yang terjadi sebagai sesama jurnalis.

“Kini, kami merasa tak sendirian dan menjadi penyemangat kami untuk mempertimbangkan langkah-langkah berikutnya yang diusulkan atau disarankan kawan-kawan seprofesi agar masalah seperti yang kami tak terjadi lagi,“ kata Herman BM, Kamis (5/3).

“Kami tak bisa menolak ide kawan-kawan untuk menggelar aksi solidaritas terhadap peristiwa yang dialami reporter kami. Bahkan, kami terharu ghiroh sesama jurnalis ternyata masih tinggi,“ sambungnya.

Sementara itu, kata Herman, tak sedikit juga yang mengusulkan masalah yang diduga ada unsur ancaman tersebut dipertimbangkan langkah hukummya. Untuk hal ini, pihaknya tengah berkonsultasi ke RMOL.id (pusat) dan para advokat.

“Sekali lagi, kami mengucapkan terimakasih atas support kawan-kawan jurnalis Lampung dan berbagai provinsi serta wadah-wadah organisasi wartawan dan perusahaan media,“ pungkasnya.

Komentar

Loading...